Ad 728x90

Minggu, 26 April 2026

‎Ayo Bersiap, KKR Kesembuhan Ilahi "Waktunya Sudah Dekat" Mulai Sebentar Malam di Lapangan Sparta Tikala  ‎

‎Ayo Bersiap, KKR Kesembuhan Ilahi "Waktunya Sudah Dekat" Mulai Sebentar Malam di Lapangan Sparta Tikala ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Kesempatan berharga bagi masyarakat Kota Manado dan sekitarnya yang merindukan pemulihan fisik maupun spiritual.


‎Mulai sebentar malam, Lapangan Sparta Tikala akan menjadi pusat pengharapan dalam gelaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Waktunya Sudah Dekat".


‎​Acara yang diprediksi akan dihadiri oleh ribuan warga ini difokuskan pada pelayanan doa kesembuhan ilahi dan penguatan iman.


‎Ketua Panitia pelaksana, Pdm Ronald Pelealu, ST, S. Th, mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk datang dan mengalami langsung kuasa pemulihan.


‎"​Agenda Utama, Doa Kesembuhan Ilahi, Puji-pujian, dan Pemberitaan Firman.

‎Lokasi, Lapangan Sparta Tikala, Manado.

‎​Waktu, Mulai malam ini pukul 18.00 WITA sampai selesai," ucap Pelealu.


‎​Persiapan di lokasi, tenda-tenda besar dan panggung utama telah berdiri megah di pusat Lapangan Sparta Tikala. Pihak keamanan dan tim medis juga disiagakan untuk memastikan jalannya acara berlangsung khidmat, aman, dan tertib.


‎"​Jangan lewatkan kesempatan ini. Bagi warga yang memiliki kerabat, keluarga, atau sahabat yang sedang sakit, sangat dianjurkan untuk hadir lebih awal guna mendapatkan tempat duduk yang nyaman. ​Mari bersatu dalam doa dan iman. Sampai jumpa di Lapangan Sparta Tikala malam ini," harap Pelealu.


‎Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm. Ir. Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada awak media, mengapa Anda Harus Hadir?

‎​Tema "Waktunya Sudah Dekat" diangkat sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah situasi dunia yang semakin menantang.


‎​"Ini bukan sekadar ibadah biasa, melainkan momentum bagi siapa saja yang merasa letih, lesu, atau sedang berjuang melawan sakit penyakit untuk mendapatkan kekuatan baru," ujar Lekitonu.


‎*MidOn*

Jumat, 24 April 2026

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan melalui agenda internasional.


‎Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menghadiri sekaligus menyambut para delegasi dalam acara Farewell Dinner on Diplomatic Strengthening Cooperation on Blue Economy yang digelar di Manado Bay, Kawasan Megamas, Jumat (24/04/2026).


‎​Acara jamuan makan malam diplomatik ini menjadi puncak dari rangkaian pertemuan strategis yang bertujuan mengapresiasi kerja sama lintas negara serta merumuskan langkah konkret dalam implementasi Ekonomi Biru (Blue Economy) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.


‎​Sentuhan Budaya dalam Diplomasi

‎​Suasana hangat menyelimuti lokasi acara yang berlatar pemandangan laut Manado.


‎Para tamu mancanegara disambut dengan kekayaan budaya lokal melalui penampilan Tarian Kabasaran yang enerjik serta alunan musik Kolintang yang khas, menunjukkan identitas Sulawesi Utara di mata dunia.


‎​Dalam sambutannya, dr. Richard Sualang menekankan bahwa kolaborasi antar-delegasi bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang telah diawali dengan peninjauan lapangan.


‎​"Delegasi diplomatik telah bertemu dan membahas kerja sama bidang ekonomi biru. Sejumlah lokasi di Sulawesi Utara telah dikunjungi untuk memperoleh pemahaman praktis sebagai dasar kerja sama di masa depan," ujar Sualang.


‎​Sebagai pemimpin, Sualang berharap penguatan sektor ekonomi biru dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kota Manado. Ia memimpikan sebuah masa depan di mana kemajuan bangsa berjalan beriringan dengan kelestarian alam.


‎​"Semoga kerja sama ini membawa manfaat berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan, memungkinkan manusia hidup dalam harmoni satu sama lain dan dengan alam, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.


‎​Senada dengan hal tersebut, Febrian Mamesah, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, menilai bahwa pemilihan Manado sebagai lokasi pertemuan merupakan bentuk pengakuan dunia.


‎​"Acara ini mencerminkan pengakuan internasional, tidak hanya bagi Manado tetapi juga Indonesia, dalam upaya konservasi kelautan," kata Mamesah dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.


‎​Agenda penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan perwakilan negara sahabat, di antaranya:

‎​Mr. Gregory Hombuahin (Deputy Chief of Mission Papua Nugini), Santo Darmosumarto (Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu), Hendra Yusran Siry (Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP RI), dr. Steaven Dandel (Sekretaris Daerah Kota Manado), Esther Mamangkey (Kepala Dinas Pariwisata Manado), Serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Manado lainnya.


‎​Pertemuan ini diharapkan menjadi batu pijakan bagi Kota Manado untuk menjadi hub penting dalam jaringan ekonomi biru di kawasan Pasifik.


‎*MidOn*

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala:  Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala: Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung


MANADO, CARIKABAR. ID – Yayasan Kairos Pelita Hati melalui unit pelayanannya, Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel), secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Mujizat Kesembuhan".


‎Acara besar ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Manado.


‎​


Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Ir Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada konfrensi pers di Hotel Luwansa Manado, Jumat (24/04/2026), menyampaikan apresiasi atas kehadiran pers dalam mendukung penyebaran kabar baik ini.


‎Eliasar memaparkan bahwa pendirian yayasan dan pelaksanaan KKR ini berakar kuat pada pemahaman mendalam tentang konsep "Kairos".


‎​"Kairos bukan sekadar waktu yang berjalan di jam kita, melainkan waktu Tuhan, sebuah momen ilahi yang tepat, berkualitas, dan penuh makna," ujarnya.


‎Dia juga menjelaskan bahwa Kairos adalah kesempatan istimewa di mana Tuhan campur tangan untuk membawa keselamatan, kemurahan, dan perubahan mendasar, yang membutuhkan respons iman serta intervensi Roh Kudus yang dunamis.


‎​Merujuk pada Markus 1:15 dan Matius 28:18-20, Pdm. Eliasar menegaskan bahwa pembentukan Yayasan Kairos Pelita Hati merupakan wujud nyata dari ketaatan terhadap Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.

‎​Mengusung tema "Waktu-Nya Sudah Dekat" (Wahyu 1:3), KKR ini menjadi puncak dari rangkaian pelayanan yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai gereja lokal dan wilayah Amurang, Minsel.


‎Sementara itu, Ketua Yayasan Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Deiby Betsy Najoan, S.Pd mengatakan fokus utama yayasan di bidang pendidikan sekuler dan teologi.


‎"Jadi, pihak yayasan konsen dengan dunia pendidikan mendirikan, mulai dari PAUD, TK, SD SMP dan SMA/SMK, namun tetap fokus untuk pembinaan rohani kristen, seperti kegiatan Reat-reat dan KKR," sebutnya. 


‎Panitia penyelenggara menghadirkan hamba-hamba Tuhan yang memiliki kesaksian hidup luar biasa, ​Senin, 27-28 April, dilayani oleh Ps Risuli Lubis, inisiator konsep "Gereja Alam Tanpa Tembok" dia dikenal dengan pesan "Hidup adalah Surat Terbuka" setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang mengubah hidupnya secara radikal.


‎​Rabu, 29 April, dilayani oleh Ps Debby Basjir, pengkhotbah yang sangat menekankan pentingnya pertobatan sejati, akan membagikan kesaksian bagaimana kuasa Tuhan membatalkan niatnya mengakhiri hidup hingga rela berkorban demi melayani Kristus.


‎​Kamis, 30 April (Malam Penutup), dilayani oleh Ps Frangki Rewah, seorang guru teologi dengan karunia penginjilan yang luas, nantinya akan membawa jemaat memahami bahwa mujizat terjadi ketika manusia berhenti mengandalkan kekuatan diri dan mulai memandang Yesus dengan iman murni.


‎Ketua Panitia Pdm Ronald Pelealu, ST, S.Th​, menjelaskan, Ibadah agung ini juga akan dipandu oleh para Worship Leader ternama, di antaranya Ps Glady  Tuwoh, Ps Vriego Soplely, Ps Harly CH Wuysang, dan Ev Jason Irwan.


‎​"Target utama dari KKR ini adalah terjadinya pertobatan massal dan kesembuhan fisik bagi masyarakat Manado. Kami merindukan adanya transformasi hidup secara pribadi, membangkitkan semangat penginjilan yang lebih luas, serta memperkuat solidaritas dalam satu tubuh Kristus," sebut Pdm Ronald.


‎Pdm Ronald juga menekankan​, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari sejumlah Sinode gereja, menunjukkan semangat kesatuan gereja-gereja di Sulawesi Utara dalam melaksanakan tugas amanat suci.


‎"Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menjemput mujizat di Lapangan Sparta Tikala," harap Pdm Ronald.


‎Diketahui, acara ini mendapat dukungan dari beberapa atas gereja di Sulawesi Utara, diantaranya, Pdt Honny Supit Sirapanji, (GBI Menora), Pdt dr Lenny Matoke ( Bethany Manado), Pdt Abraham Yuwono (IFGF/GISI Manado) , Gbl Frangkie Londah (Pucuk Pimpinan KGPM), Pdt Hanny Pantouw (Ketua Sinode GBI Sulut), Unsur BPJS GMIM, Pdt Yvonne Awuy-Lantu (Ketua MD GPdI Sulut).


‎*MidOn*

Senin, 20 April 2026

‎Perkuat Kinerja Birokrasi, Sejumlah Pejabat Pemkot Manado Resmi Dilantik  ‎

‎Perkuat Kinerja Birokrasi, Sejumlah Pejabat Pemkot Manado Resmi Dilantik ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Pemerintah Kota Manado kembali melakukan penyegaran struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.


‎Pada hari ini, Senin (20/04/2026), telah dilaksanakan upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan bagi Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Manado.


‎​Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado dan dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah serta saksi rohaniawan.

‎​

‎​Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Walikota Manado, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji jabatan yang dipimpin langsung oleh pejabat yang berwenang.


‎Para pejabat yang dilantik menyatakan komitmennya untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, serta menjalankan tugas jabatan dengan penuh integritas.


‎Wakil Walikotaanado, dr Richard Sualang, dalam sambutannya mengatakan, sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan aparatur yang telah berpengalaman sehingga diharapkan mampu membawa kemajuan bagi Kota Manado melalui kerja nyata dan dedikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.


‎“Ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian dan kinerja aparatur yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat,” sebut Sualang.


‎Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan dan sesi foto bersama dengan tetap menjaga ketertiban. Dengan dilantiknya para pejabat administrator, pengawas, dan fungsional ini, diharapkan roda pemerintahan di lingkup Pemkot Manado dapat bergerak lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Ini daftar nama-nama pejabat yang di lantik;



*MidOn*

Kamis, 16 April 2026

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda.


‎Dalam bincang-bincang Talk Show Tabea Manado yang digelar di Kantor Pemkot Manado, Kamis (16/04/2026), isu krusial mengenai ruang lingkup penggunaan gawai dan internet secara bijak bagi anak menjadi topik utama.

‎​Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Manado, Peter Bart Assa, memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah dalam memitigasi dampak negatif teknologi pada siswa.

‎Acara ini dipandu oleh moderator Felix Panelewen.

‎​Bart Assa menegaskan bahwa keinginan utama pemerintah adalah mengembalikan fokus anak pada proses belajar mengajar serta mendorong interaksi sosial secara nyata di lingkungan sekolah.

‎​“Kami ingin anak-anak terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan. Fokusnya adalah kembali belajar dan bersosialisasi secara sehat,” ujar Assa.

‎Dijelaskan Bart Assa, ​Infrastruktur pendukung adalah Loker Siswa dan Pengawasan CCTV.

‎"​Penerapan larangan penggunaan gawai di lingkungan sekolah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan dibarengi dengan kesiapan fasilitas," terang Assa.

‎Lebih lanjut, Bart Assa mengatakan pula, setiap sekolah diwajibkan menyediakan loker khusus sebagai tempat penyimpanan gawai siswa selama jam pelajaran berlangsung.

‎"Nantinya ada ​pengawasan digital, akan melakukan pemasangan CCTV di setiap sekolah guna memantau jalannya aturan dan memastikan disiplin tetap terjaga," ucap Assa.

‎​Peran Guru dan Kreativitas Mengajar
‎​Selain faktor infrastruktur, Kadisdikbud menekankan bahwa keberhasilan aturan ini sangat bergantung pada kualitas pengajaran di kelas. Para tenaga pendidik untuk lebih inovatif agar siswa tidak merasa jenuh dan beralih ke gawai.

‎"​Keterampilan guru dalam mengajar berbanding lurus dengan minat siswa di kelas. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang interaktif.
‎​Dinas Pendidikan menaruh kepercayaan besar kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru sebagai garda terdepan dalam menerapkan aturan ini secara konsisten," harap Kadis Bart.

‎*MidOn*

Rabu, 15 April 2026

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memacu daya saing produk lokal di era digital.


‎Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produk IKM/UMKM melalui Teknologi Digital Platform Mapalus, yang dilaksanakan di Hotel Grand Puri, Kamis (16/04/2026).


‎​Acara yang berfokus pada promosi, pemasaran, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang.


‎Dalam sambutannya, Wakil Walikota Manado, Richard Sualang, menekankan bahwa keberhasilan platform ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, warga bukan hanya menjadi penonton atau objek, melainkan subjek utama yang menggerakkan ekosistem digital ini.


‎​"Seluruh program Pemerintah Kota Manado ditujukan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bapak dan Ibu sekalian adalah objek sekaligus subjek dari program ini," ujar Wawali di hadapan para peserta sosialisasi.


‎Wawali juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-SKPD. Ia mengapresiasi kehadiran jajaran kepala dinas yang menunjukkan bahwa digitalisasi adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas satu instansi saja.

‎​

‎Richard Sualang memperingatkan bahwa tanpa inovasi berbasis digital, baik pemerintah maupun pelaku IKM dan UMKM akan tertinggal di era kompetisi global. Mapalus Mart sendiri merupakan bentuk transformasi dan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya (Pasar Manado) dengan fitur yang lebih mumpuni.


‎​"Kalau kita tidak melahirkan inovasi berbasis digital, kita pasti akan ketinggalan, dan itu akan sangat merugikan kita semua. Platform ini adalah jalan kita menuju kemajuan," pungkasnya.


‎Turut hadir, Asisten II Pemkot Manado, Ato Bulo, Kaban BKPSDM, Otniel Tewal dan SKPD Lainnya.

‎*MidOn*


‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Momentum sakral mewarnai pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026, bertempat di

‎Aula Patmos SA Langowan, Rabu (15/04/2026).

‎Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut secara resmi melantik dan menetapkan 46 Pendeta Muda (Pdm) yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

‎​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di pusat pelaksanaan Mukerda, dihadiri oleh jajaran fungsionaris Majelis Daerah, para hamba Tuhan, serta keluarga pendamping para terlantik.

‎​Dalam sambutannya, Ketua MD GPdI Sulut menekankan bahwa peningkatan status kependetaan ini bukan sekadar gelar administratif, melainkan tanggung jawab spiritual yang lebih besar.

‎Beliau mengingatkan para Pendeta Muda yang baru dilantik untuk tetap setia pada doktrin firman Tuhan dan memperluas jangkauan pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

‎​"Menjadi Pendeta Muda berarti siap menjadi teladan yang lebih nyata. Ladang pelayanan menanti dedikasi, integritas, dan kerendahan hati saudara-saudara sekalian," ujar Ketua MD di hadapan para peserta Mukerda.

‎​Agenda Strategis Mukerda 2026
‎​Pelantikan 46 Pendeta Muda ini menjadi salah satu agenda penting dalam Mukerda 2026 yang bertujuan untuk
‎​regenerasi kepemimpinan,
‎​penguatan organisasi dan
‎​peningkatan kompetensi untuk membekali para hamba Tuhan dengan pemahaman organisasi dan teologi yang mendalam.

‎​Ke-46 Pendeta Muda ini diharapkan dapat langsung terjun dan bersinergi dengan gembala-gembala di wilayah masing-masing untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Sulawesi Utara.

‎Acara diakhiri dengan doa penumpangan tangan dan pemberian surat keputusan (SK) sebagai tanda legalitas formal dalam organisasi GPdI.

‎​Dengan bertambahnya tenaga pelayan ini, GPdI Sulawesi Utara optimis dapat terus menjadi garam dan terang, serta membawa dampak positif bagi pembangunan iman masyarakat di Bumi Nyiur Melambai. 

*MidOn*