Ad 728x90

Selasa, 28 April 2026

‎Manado Membara, Amukan ‘Si Jago Merah’ Hanguskan Kawasan Padat di Kairagi Weru  ‎

‎Manado Membara, Amukan ‘Si Jago Merah’ Hanguskan Kawasan Padat di Kairagi Weru ‎


MANADO, CARIKABAR.ID
– Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Kelurahan Kairagi Weru, Lingkungan III, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, tepatnya di lorong Kantor Kelurahan Kairagi Weru, pada Selasa (28/04/2026) siang.


‎​


Kobaran api yang muncul di tengah cuaca terik tersebut dengan cepat merambat dan menghanguskan setidaknya 7 unit bangunan yang terdiri dari rumah kost, tempat usaha, hingga rumah tinggal warga.


‎Kondisi bangunan yang berdekatan membuat api sulit dikendalikan saat awal kejadian.


‎​Menurut keterangan saksi mata di lokasi, asap tebal mulai terlihat membubung tinggi dari salah satu bangunan sekitar pukul 13.00 WITA. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api merembet dalam hitungan menit ke bangunan di sekitarnya.


‎​Warga setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun material bangunan yang mudah terbakar membuat "Si Jago Merah" kian beringas.


‎Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado, Jimmy Rotinsulu mengatakan, setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk mengendalikan kobaran api.


‎"Sebanyak 9 unit mobil kebakaran dan 50 personil petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Manado dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api. Petugas sempat mengalami kesulitan masuk ke titik api karena akses lorong yang cukup sempit dan kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian," kata Rotinsulu.


‎​Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dilokalisir agar tidak merembet ke kantor kelurahan dan bangunan lain yang lebih luas.


‎​Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah mengingat banyaknya barang berharga dan tempat usaha yang tidak sempat diselamatkan.


‎​"Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut di lokasi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api," ujar salah satu petugas di lapangan.

‎​Kini, para penghuni kost dan warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.


‎Pihak kelurahan setempat pun tengah melakukan pendataan terkait total kerugian dan jumlah jiwa yang kehilangan tempat tinggal untuk penyaluran bantuan darurat.


‎*MidOn*

Senin, 27 April 2026

Peran Kepemimpinan, Wakil Wali Kota Manado Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026 di Jakarta

Peran Kepemimpinan, Wakil Wali Kota Manado Hadiri Bimtek ASWAKADA 2026 di Jakarta


JAKARTA, CARIKABAR.ID 
– Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Silaturahmi Asosiasi Wakil Kepala Daerah Indonesia (ASWAKADA) yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (28/4).

Forum strategis ini menjadi ajang penguatan kapasitas serta koordinasi bagi para wakil kepala daerah dari seluruh penjuru Indonesia.

​Dalam kesempatan tersebut, dr. Richard Sualang menyampaikan apresiasinya atas inisiasi forum ini. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan instrumen penting untuk memperkaya wawasan dalam menghadapi dinamika pemerintahan daerah yang kian kompleks.​

“Kegiatan ini sangat positif karena membuka ruang untuk saling berbagi pengalaman. Ini adalah momentum untuk memperkuat pemahaman kami dalam menjalankan tugas sebagai wakil kepala daerah agar lebih efektif dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Sualang di sela-sela kegiatan.

​Bimtek yang dipandu oleh Sekretaris Umum ASWAKADA, Selle KS Dalle, ini menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Dalam Negeri, Dr. Saydiman Marts, S.STP. Fokus utama pembahasan terletak pada penguatan peran asosiasi pemerintah daerah dan DPRD sebagai mitra strategis, terutama dalam menyongsong revisi UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

​Dalam pemaparannya, Dr. Saydiman Marts menekankan pentingnya bagi wakil kepala daerah untuk terus melakukan pemutakhiran ilmu (upgrade skill), terutama di bidang administrasi dan hukum. Ia membagi profil wakil kepala daerah ke dalam beberapa model, mulai dari yang pasif hingga model transisional yang aktif meningkatkan kompetensi.​

“Mengingat latar belakang wakil kepala daerah yang beragam, baik dari birokrat, politisi, maupun pengusaha, maka pemahaman mendalam terhadap fungsi dan hak sangat krusial. Hal ini penting untuk menghindari kendala dalam tata kelola pemerintahan,” jelas Saydiman. 

​Kehadiran Wakil Wali Kota Manado dalam forum ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Manado untuk terus membangun sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya. Diharapkan, melalui penguatan kapasitas ini, para wakil kepala daerah dapat tampil lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan di masa depan.

​Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang membahas berbagai persoalan riil di daerah, dengan harapan terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih harmonis antara kepala daerah dan wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

*MidOn*

Wawali Manado Richard Sualang Ikut Bimtek dan Silaturahmi ASWAKADA 2026 di Jakarta

Wawali Manado Richard Sualang Ikut Bimtek dan Silaturahmi ASWAKADA 2026 di Jakarta


JAKARTA, CARIKABAR. ID 
– Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA) secara resmi membuka agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Silaturahmi Nasional tahun 2026 di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta, Senin (27/4). 

Acara ini dihadiri oleh ratusan wakil kepala daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota di seluruh penjuru Indonesia.

​Mengusung tema, ‎"Mempererat Silaturrahmi, Menguatkan Sinergi Wakil Kepala Daerah untuk Indonesia yang Harmoni dan Berkemajuan," kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh jejaring komunikasi dan kolaborasi antar-pimpinan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks.

​Ketua Umum ASWAKADA, Armuji, dalam sambutannya menekankan bahwa organisasi ini bukan sekadar wadah formal, melainkan ruang untuk bertukar solusi.

  "Melalui forum ini, kita bisa saling bertukar informasi tentang kondisi daerah masing-masing. Manfaatnya jauh lebih besar karena kita memahami tantangan daerah lain dan memperkuat kerja sama antarsesama wakil kepala daerah," ungkapnya.

​Apresiasi senada disampaikan oleh Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik. Ia memuji tata kelola internal ASWAKADA yang sehat, terutama dalam proses rekrutmen kepengurusan yang berjalan demokratis dan mulus.

​Sementara itu, Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menilai Bimtek ini sebagai momentum krusial.

"Ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal untuk memperkuat peran wakil kepala daerah sebagai aktor strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa," ujar Richard.

​Kegiatan Bimtek ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga 28 April 2026, dengan agenda yang fokus pada penguatan kapasitas kepemimpinan dan sinkronisasi kebijakan nasional-daerah.

ASWAKADA adalah organisasi wadah berhimpunnya para Wakil Kepala Daerah (Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Wali Kota) di seluruh Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, sinergi, dan kapasitas kepemimpinan demi kemajuan daerah.

*MidOn*

‎Ribuan Warga Padati Lapangan Tikala, Mukjizat Kesembuhan Warnai Malam Pertama KKR Pdt Risuli Lubis  ‎

‎Ribuan Warga Padati Lapangan Tikala, Mukjizat Kesembuhan Warnai Malam Pertama KKR Pdt Risuli Lubis ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Suasana haru dan sukacita menyelimuti Lapangan Tikala, Manado, pada pembukaan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) malam pertama yang menghadirkan pengkhotbah Pdt Risuli Lubis, Senin (27/04/2026) malam. 


‎Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah Sulawesi Utara datang memadati lokasi, membawa harapan akan pemulihan spiritual dan jasmani.


‎​Sejak sore hari, massa mulai menyemut di area lapangan. Acara yang mengusung tema pemulihan dan kasih Tuhan ini memuncak saat Pdt. Risuli Lubis menyampaikan pesan firman dan mulai menaikkan doa syafaat bagi orang-orang sakit.


‎​Kesaksian Kesembuhan yang Menggetarkan

‎​Momen yang paling menyedot perhatian adalah ketika sejumlah warga maju ke depan panggung untuk memberikan kesaksian spontan.


‎Beberapa di antaranya mengaku mengalami mukjizat kesembuhan seketika, ​pemulihan fisik seorang pria paruh baya yang sebelumnya mengaku kesulitan berjalan tanpa alat bantu, tampak mampu melangkah tegak.


‎​Sembuh dari sakit menahun, beberapa ibu rumah tangga menyatakan rasa syukur karena nyeri kronis yang mereka derita selama bertahun-tahun hilang saat sesi doa dari Pdt Risuli Lubis berlangsung.


‎Dari pantauan media, ​suasana haru, isak tangis bahagia pecah di tengah kerumunan saat satu per satu warga menceritakan perubahan fisik yang mereka rasakan secara langsung.


‎​Dalam khotbahnya, Pdt. Risuli Lubis menekankan bahwa kesembuhan bukan sekadar fenomena fisik, melainkan bukti kasih Tuhan yang tidak terbatas. Diapun mengajak warga Manado untuk terus menjaga iman dan kerukunan di tengah keberagaman.


‎​"Malam ini kita melihat bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Manado diberkati, dan setiap orang yang datang dengan iman pulang dengan sukacita," ujar Pdt Risuli di sela-sela pelayanan doanya.


‎Ketua panitia pelaksana,Pdm Ronald Pelealu, mengatakan, ​antusiasme tinggi menuju malam kedua, hal ini terlihat bahwa jumlah kehadiran pada malam pertama ini melampaui ekspektasi awal.


‎"Tentunya, panitia terus mengkondisikan situasi kegiatan ibadah dan keamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar Lapangan Tikala dijaga ketat oleh aparat gabungan untuk memastikan kekhusyukan acara," ucap Pelealu.


‎​KKR ini dijadwalkan akan berlanjut pada malam kedua sampai malam ke empat, di mana diperkirakan jumlah massa akan semakin membludak menyusul beredarnya kabar kesaksian kesembuhan dari mulut ke mulut di media sosial.


‎Turut hadir, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr Victor Mailangkay bersama unsur Forkopimda provinsi Sulawesi Utara, Sekretaris Kota Manado, dr Steaven Dandel, dan sejumlah pimpinan lintas gereja.

*MidOn*

Minggu, 26 April 2026

‎Ayo Bersiap, KKR Kesembuhan Ilahi "Waktunya Sudah Dekat" Mulai Sebentar Malam di Lapangan Sparta Tikala  ‎

‎Ayo Bersiap, KKR Kesembuhan Ilahi "Waktunya Sudah Dekat" Mulai Sebentar Malam di Lapangan Sparta Tikala ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Kesempatan berharga bagi masyarakat Kota Manado dan sekitarnya yang merindukan pemulihan fisik maupun spiritual.


‎Mulai sebentar malam, Lapangan Sparta Tikala akan menjadi pusat pengharapan dalam gelaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Waktunya Sudah Dekat".


‎​Acara yang diprediksi akan dihadiri oleh ribuan warga ini difokuskan pada pelayanan doa kesembuhan ilahi dan penguatan iman.


‎Ketua Panitia pelaksana, Pdm Ronald Pelealu, ST, S. Th, mengajak seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk datang dan mengalami langsung kuasa pemulihan.


‎"​Agenda Utama, Doa Kesembuhan Ilahi, Puji-pujian, dan Pemberitaan Firman.

‎Lokasi, Lapangan Sparta Tikala, Manado.

‎​Waktu, Mulai malam ini pukul 18.00 WITA sampai selesai," ucap Pelealu.


‎​Persiapan di lokasi, tenda-tenda besar dan panggung utama telah berdiri megah di pusat Lapangan Sparta Tikala. Pihak keamanan dan tim medis juga disiagakan untuk memastikan jalannya acara berlangsung khidmat, aman, dan tertib.


‎"​Jangan lewatkan kesempatan ini. Bagi warga yang memiliki kerabat, keluarga, atau sahabat yang sedang sakit, sangat dianjurkan untuk hadir lebih awal guna mendapatkan tempat duduk yang nyaman. ​Mari bersatu dalam doa dan iman. Sampai jumpa di Lapangan Sparta Tikala malam ini," harap Pelealu.


‎Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm. Ir. Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada awak media, mengapa Anda Harus Hadir?

‎​Tema "Waktunya Sudah Dekat" diangkat sebagai pengingat sekaligus ajakan bagi setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah situasi dunia yang semakin menantang.


‎​"Ini bukan sekadar ibadah biasa, melainkan momentum bagi siapa saja yang merasa letih, lesu, atau sedang berjuang melawan sakit penyakit untuk mendapatkan kekuatan baru," ujar Lekitonu.


‎*MidOn*

Jumat, 24 April 2026

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay

‎Perkuat Sinergi Ekonomi, Wawali Richard Sualang Jamu Delegasi Diplomatik di Manado Bay


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan melalui agenda internasional.


‎Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menghadiri sekaligus menyambut para delegasi dalam acara Farewell Dinner on Diplomatic Strengthening Cooperation on Blue Economy yang digelar di Manado Bay, Kawasan Megamas, Jumat (24/04/2026).


‎​Acara jamuan makan malam diplomatik ini menjadi puncak dari rangkaian pertemuan strategis yang bertujuan mengapresiasi kerja sama lintas negara serta merumuskan langkah konkret dalam implementasi Ekonomi Biru (Blue Economy) di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara.


‎​Sentuhan Budaya dalam Diplomasi

‎​Suasana hangat menyelimuti lokasi acara yang berlatar pemandangan laut Manado.


‎Para tamu mancanegara disambut dengan kekayaan budaya lokal melalui penampilan Tarian Kabasaran yang enerjik serta alunan musik Kolintang yang khas, menunjukkan identitas Sulawesi Utara di mata dunia.


‎​Dalam sambutannya, dr. Richard Sualang menekankan bahwa kolaborasi antar-delegasi bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang telah diawali dengan peninjauan lapangan.


‎​"Delegasi diplomatik telah bertemu dan membahas kerja sama bidang ekonomi biru. Sejumlah lokasi di Sulawesi Utara telah dikunjungi untuk memperoleh pemahaman praktis sebagai dasar kerja sama di masa depan," ujar Sualang.


‎​Sebagai pemimpin, Sualang berharap penguatan sektor ekonomi biru dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Kota Manado. Ia memimpikan sebuah masa depan di mana kemajuan bangsa berjalan beriringan dengan kelestarian alam.


‎​"Semoga kerja sama ini membawa manfaat berkelanjutan bagi mereka yang membutuhkan, memungkinkan manusia hidup dalam harmoni satu sama lain dan dengan alam, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah," pungkasnya.


‎​Senada dengan hal tersebut, Febrian Mamesah, Direktur Kerja Sama Intrakawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, menilai bahwa pemilihan Manado sebagai lokasi pertemuan merupakan bentuk pengakuan dunia.


‎​"Acara ini mencerminkan pengakuan internasional, tidak hanya bagi Manado tetapi juga Indonesia, dalam upaya konservasi kelautan," kata Mamesah dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut.


‎​Agenda penting ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan perwakilan negara sahabat, di antaranya:

‎​Mr. Gregory Hombuahin (Deputy Chief of Mission Papua Nugini), Santo Darmosumarto (Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu), Hendra Yusran Siry (Staf Ahli Menteri Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut KKP RI), dr. Steaven Dandel (Sekretaris Daerah Kota Manado), Esther Mamangkey (Kepala Dinas Pariwisata Manado), Serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Manado lainnya.


‎​Pertemuan ini diharapkan menjadi batu pijakan bagi Kota Manado untuk menjadi hub penting dalam jaringan ekonomi biru di kawasan Pasifik.


‎*MidOn*

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala:  Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala: Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung


MANADO, CARIKABAR. ID – Yayasan Kairos Pelita Hati melalui unit pelayanannya, Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel), secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Mujizat Kesembuhan".


‎Acara besar ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Manado.


‎​


Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Ir Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada konfrensi pers di Hotel Luwansa Manado, Jumat (24/04/2026), menyampaikan apresiasi atas kehadiran pers dalam mendukung penyebaran kabar baik ini.


‎Eliasar memaparkan bahwa pendirian yayasan dan pelaksanaan KKR ini berakar kuat pada pemahaman mendalam tentang konsep "Kairos".


‎​"Kairos bukan sekadar waktu yang berjalan di jam kita, melainkan waktu Tuhan, sebuah momen ilahi yang tepat, berkualitas, dan penuh makna," ujarnya.


‎Dia juga menjelaskan bahwa Kairos adalah kesempatan istimewa di mana Tuhan campur tangan untuk membawa keselamatan, kemurahan, dan perubahan mendasar, yang membutuhkan respons iman serta intervensi Roh Kudus yang dunamis.


‎​Merujuk pada Markus 1:15 dan Matius 28:18-20, Pdm. Eliasar menegaskan bahwa pembentukan Yayasan Kairos Pelita Hati merupakan wujud nyata dari ketaatan terhadap Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.

‎​Mengusung tema "Waktu-Nya Sudah Dekat" (Wahyu 1:3), KKR ini menjadi puncak dari rangkaian pelayanan yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai gereja lokal dan wilayah Amurang, Minsel.


‎Sementara itu, Ketua Yayasan Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Deiby Betsy Najoan, S.Pd mengatakan fokus utama yayasan di bidang pendidikan sekuler dan teologi.


‎"Jadi, pihak yayasan konsen dengan dunia pendidikan mendirikan, mulai dari PAUD, TK, SD SMP dan SMA/SMK, namun tetap fokus untuk pembinaan rohani kristen, seperti kegiatan Reat-reat dan KKR," sebutnya. 


‎Panitia penyelenggara menghadirkan hamba-hamba Tuhan yang memiliki kesaksian hidup luar biasa, ​Senin, 27-28 April, dilayani oleh Ps Risuli Lubis, inisiator konsep "Gereja Alam Tanpa Tembok" dia dikenal dengan pesan "Hidup adalah Surat Terbuka" setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang mengubah hidupnya secara radikal.


‎​Rabu, 29 April, dilayani oleh Ps Debby Basjir, pengkhotbah yang sangat menekankan pentingnya pertobatan sejati, akan membagikan kesaksian bagaimana kuasa Tuhan membatalkan niatnya mengakhiri hidup hingga rela berkorban demi melayani Kristus.


‎​Kamis, 30 April (Malam Penutup), dilayani oleh Ps Frangki Rewah, seorang guru teologi dengan karunia penginjilan yang luas, nantinya akan membawa jemaat memahami bahwa mujizat terjadi ketika manusia berhenti mengandalkan kekuatan diri dan mulai memandang Yesus dengan iman murni.


‎Ketua Panitia Pdm Ronald Pelealu, ST, S.Th​, menjelaskan, Ibadah agung ini juga akan dipandu oleh para Worship Leader ternama, di antaranya Ps Glady  Tuwoh, Ps Vriego Soplely, Ps Harly CH Wuysang, dan Ev Jason Irwan.


‎​"Target utama dari KKR ini adalah terjadinya pertobatan massal dan kesembuhan fisik bagi masyarakat Manado. Kami merindukan adanya transformasi hidup secara pribadi, membangkitkan semangat penginjilan yang lebih luas, serta memperkuat solidaritas dalam satu tubuh Kristus," sebut Pdm Ronald.


‎Pdm Ronald juga menekankan​, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari sejumlah Sinode gereja, menunjukkan semangat kesatuan gereja-gereja di Sulawesi Utara dalam melaksanakan tugas amanat suci.


‎"Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menjemput mujizat di Lapangan Sparta Tikala," harap Pdm Ronald.


‎Diketahui, acara ini mendapat dukungan dari beberapa atas gereja di Sulawesi Utara, diantaranya, Pdt Honny Supit Sirapanji, (GBI Menora), Pdt dr Lenny Matoke ( Bethany Manado), Pdt Abraham Yuwono (IFGF/GISI Manado) , Gbl Frangkie Londah (Pucuk Pimpinan KGPM), Pdt Hanny Pantouw (Ketua Sinode GBI Sulut), Unsur BPJS GMIM, Pdt Yvonne Awuy-Lantu (Ketua MD GPdI Sulut).


‎*MidOn*