Ad 728x90

Minggu, 18 Oktober 2026

‎PEWARNA SULUT Siap Gelar FGD bersama RAKERDA 2026 Usung Tema Sinergi Gereja dan Ketahanan Sosial

‎PEWARNA SULUT Siap Gelar FGD bersama RAKERDA 2026 Usung Tema Sinergi Gereja dan Ketahanan Sosial


MANADO, CARIKABAR.ID
— Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (Pewarna) Pengurus Daerah Sulawesi Utara (Sulut) mulai mematangkan agenda Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026.

‎
‎Kegiatan penting ini dijadwalkan akan digelar pada Senin, 19 Oktober 2026, bertempat di Gedung Aula Pemerintah Kota Manado.
‎
‎​Mengusung tema utama “Sinergi Gereja dan Penguatan Ketahanan Sosial Kemasyarakatan”, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi strategis antara lembaga gereja, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat dalam merespons dinamika serta berbagai persoalan sosial di wilayah Sulawesi Utara.
‎
‎​Ketua Panitia Pelaksana, Alfeyn Gilingan, menyampaikan bahwa pihak panitia terus mengintensifkan berbagai persiapan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.
‎
‎Berbagai langkah koordinasi, mulai dari rapat pemantapan hingga pengecekan langsung ke lokasi pelaksanaan, telah dilakukan secara maksimal.
‎
‎​“Kami terus bekerja menyiapkan segala kebutuhan acara pelaksanaan FGD dan Rakerda Pewarna Sulut,” ujar Alfeyn.
‎
‎​Sementara itu, Manossoh turut menyampaikan pandangannya agar forum diskusi ini tidak sekadar menjadi ruang bertukar gagasan, melainkan mampu melahirkan rekomendasi yang konkret dan aplikatif. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan strategis bagi pemerintah maupun pimpinan gereja dalam mengambil langkah kebijakan ke depan.
‎
‎​“Apa yang menjadi hasil dalam diskusi ini nantinya akan menjadi rekomendasi yang disampaikan kepada pemerintah maupun pimpinan gereja,” ungkapnya.
‎
‎​Ia menambahkan, rekomendasi yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi solusi nyata dalam merespons dinamika serta gejolak sosial, sekaligus memperkokoh fondasi ketahanan sosial kemasyarakatan di Sulawesi Utara.
‎
‎​Melalui perhelatan FGD dan Rakerda 2026 ini, Pewarna Sulut berharap terbangun sinergi yang jauh lebih erat dan solid antara organisasi profesi wartawan, pemerintah, lembaga keagamaan (gereja), serta masyarakat demi mendukung terciptanya tatanan kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, dan berdaya tahan tinggi. *Mid-On*

Kamis, 15 Oktober 2026

‎Pemkot Manado Desak Pertamina Selesaikan Antrean Panjang BBM ‎

‎Pemkot Manado Desak Pertamina Selesaikan Antrean Panjang BBM ‎


MANADO, CARIKABAR.ID
— Pemerintah Kota (Pemkot Manado) mengambil langkah cepat menyikapi keluhan masyarakat terkait antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.

‎
‎Pemkot secara tegas meminta pihak Pertamina Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) segera mengatasi persoalan ketersediaan BBM jenis Pertalite tersebut.
‎
‎​Desakan ini disampaikan dalam pertemuan resmi antara Pemkot Manado dan Pertamina Wilayah SulutGo yang berlangsung di Kantor Wali Kota Manado pada Kamis, 15 Oktober 2026.
‎
‎Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, didampingi Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, serta Kepala Bagian Perekonomian, David Kambey.
‎
‎​Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mendengarkan dan menindaklanjuti keluhan masyarakat yang terdampak oleh antrean panjang di SPBU.
‎
‎​“Selaku pemerintah, kami mendengar keluhan masyarakat. Karena itu, kami bersama pihak Pertamina berupaya memecahkan permasalahan ini secepatnya,” ujar Richard.
‎
‎​Lebih lanjut, Richard memberikan tenggat waktu agar persoalan distribusi ini dapat dituntaskan dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. Berdasarkan penjelasan Pertamina, kendala keterlambatan distribusi menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya antrean kendaraan di berbagai SPBU di Kota Manado.
‎
‎​Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager (SBM) SulutGo I Fuel, Agung Afrizal, memastikan bahwa proses penyaluran BBM ke SPBU terus digenjot dan berjalan secara berkala.
‎
‎​Pertamina mencatat beberapa langkah penanganan pasokan, di antaranya, 
‎​kapal pengangkut tiba, pasokan sebanyak 3.000 kiloliter (KL) Pertalite telah tiba melalui kapal pengangkut pada 13 Oktober 2026.  Tambahan pasokan, pertamina menjadwalkan penambahan pasokan Pertalite sebanyak 5.000 KL yang akan tiba pada 16 Oktober 2026.

‎
‎​Di samping upaya percepatan distribusi oleh Pertamina, Agung juga mengimbau masyarakat Kota Manado agar tetap tenang, bijak, serta senantiasa menjaga ketertiban selama melakukan pengisian bahan bakar.
‎
‎​“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Manado, untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tetap menjaga ketertiban dalam melakukan pembelian di SPBU,” pesan Agung.
‎
‎​Pemkot Manado bersama Pertamina akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan distribusi BBM kembali normal dan merata bagi seluruh masyarakat. *Mid-On*

Jumat, 09 Oktober 2026

‎Atasi Bencana Kekeringan, Kejati Sulut Bersama Pemkot Manado, PDAM Salurkan Air Bersih ke Bunaken, Siladen, dan Manado Tua

‎Atasi Bencana Kekeringan, Kejati Sulut Bersama Pemkot Manado, PDAM Salurkan Air Bersih ke Bunaken, Siladen, dan Manado Tua


M
ANADO, CARIKABAR.ID — Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak bencana kekeringan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, dan PDAM Manado berkolaborasi dengan DPD ABPEDNAS Sulut, DPD Srikandi Jaga Desa Sulut, serta DPD ASLINMAS Sulut menggelar aksi sosial penyaluran air bersih di tiga wilayah kepulauan, yakni Pulau Bunaken, Siladen, dan Manado Tua.

‎

‎​Kegiatan penyaluran air bersih tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (13/10) mulai pukul 08.00 WITA.

‎

‎​Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir langsung di lokasi untuk menyerahkan bantuan air bersih kepada masyarakat, di antaranya, ​Dr Fery Tas, S.H., M.Hum., M.Si. (Pelaksana Tugas Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara)

‎

​Andrei Angouw (Wali Kota Manado)

‎​Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manado, Senator Stefanus B.A.N. Liow (Ketua DPD ABPEDNAS Sulut), Gresty Masi (Ketua DPD Srikandi Jaga Desa Sulut), Brian Janny Walelang (Ketua DPD ASLINMAS Sulut)

‎


‎​Aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pelantikan DPC ABPEDNAS Kota Manado, DPC Srikandi Jaga Desa Kota Manado, dan DPC ASLINMAS Kota Manado.

‎

‎Prosesi pelantikan jajaran pengurus baru tersebut bakal dipimpin langsung oleh Plt Kajati Sulut, Dr Fery Tas, S.H., M.Hum., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat/Pengawas ketiga organisasi tersebut.

‎

‎​Acara pelantikan dijadwalkan berlangsung di Kompleks KSOP Manado sesaat setelah seluruh rangkaian penyaluran air bersih di tiga pulau selesai dilaksanakan.

‎

‎​Aksi kolaboratif ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan air bersih masyarakat kepulauan yang tengah menghadapi tantangan musim kemarau dan kekeringan, sekaligus mempererat sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan di Sulawesi Utara. *Mid-On*


‎

Rabu, 07 Oktober 2026

‎​Munas II KOPEK 2026 Resmi Dimulai di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa dan Penguatan Ekonomi Daerah

‎​Munas II KOPEK 2026 Resmi Dimulai di Manado, Dorong Hilirisasi Kelapa dan Penguatan Ekonomi Daerah

​


MANADO, CARIKABAR. ID
– Rangkaian Musyawarah Nasional (MUNAS) Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) II Tahun 2026 resmi dimulai di Courtyard Manado, Jalan A.A. Maramis, Kayuwatu, Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Rabu (7/10/2026).

‎

‎Forum strategis ini digelar untuk menentukan arah kebijakan serta menyusun program kerja organisasi dalam memajukan komoditas kelapa nasional ke depan.

‎

‎​Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Umum KOPEK, Nelson Pomalingo, menegaskan pentingnya peran Sulawesi Utara dalam peta industri kelapa nasional. Menurutnya, potensi lahan yang luas menjadikan kawasan ini sebagai target strategis percepatan program hilirisasi.

‎

‎​"Saat ini kami masih menjalankan organisasi karena pengurus baru belum terbentuk. Kiranya melalui Munas ini, Ketua yang terpilih nantinya harus merupakan Bupati aktif sesuai AD/ART untuk menggerakkan organisasi dan memajukan sektor kelapa di masing-masing kabupaten sebagai penggerak ekonomi daerah," ujar Nelson.

‎

‎​Lebih lanjut, keberadaan KOPEK diharapkan dapat memperkuat kelembagaan petani di tingkat tapak—termasuk kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan)—serta kelembagaan ekonomi petani melalui program pelatihan, pembukaan akses pembiayaan, kemitraan strategis dengan sektor swasta, hingga dukungan regulasi yang berpihak pada petani.

‎

‎​Sejalan dengan langkah tersebut, Kementerian Pertanian optimistis bahwa pengembangan kawasan kelapa berbasis hilirisasi mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat perekonomian desa, serta menjadikan kelapa sebagai komoditas unggulan nasional yang berdaya saing global.

‎

‎Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, pada tahun 2027 mendatang direncanakan perluasan kawasan pengembangan kelapa berbasis hilirisasi mencapai 64.275 hektare.

‎​Nelson juga menyampaikan harapannya terhadap dukungan pemerintah pusat pada gelaran munas kali ini.

‎

‎“Kami mengharapkan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pangan pada Munas untuk memberikan arahan langsung kepada para bupati dari sentra-sentra produksi kelapa, mengingat perekonomian masyarakat di wilayah tersebut sangat bergantung pada komoditas kelapa,” tambahnya.

‎

‎​Pembukaan resmi (Official Opening) Munas II KOPEK oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026, bertempat di lokasi yang sama.

‎

‎​Sejumlah tokoh dan pejabat daerah turut hadir dalam pembukaan rangkaian acara ini, di antaranya Bupati Minahasa Selatan Frangki Wongkar, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo, utusan kepala daerah dari dinas-dinas terkait kabupaten/kota, serta perwakilan kelompok tani dan organisasi mitra KOPEK.

‎

‎​KOPEK, didirikan pada 27 November 2017, Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) merupakan wadah berhimpun bagi daerah-daerah penghasil kelapa yang memiliki luas komoditas minimal 2.500 hektare. Hingga saat ini, keanggotaan dan program KOPEK telah mencakup lebih dari 200 kabupaten di seluruh Indonesia. *Mid-On*

‎

​

‎

Selasa, 06 Oktober 2026

Percepat Digitalisasi, Dukcapil Manado Gandeng Polresta Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)

Percepat Digitalisasi, Dukcapil Manado Gandeng Polresta Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD)


MANADO, CARIKABAR.ID 
– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado terus mempercepat transformasi digitalisasi layanan kependudukan melalui penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD). 

Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Polresta Manado dalam kegiatan aktivasi IKD massal yang digelar pada Selasa (6/10/2026).

​Kegiatan diawali dengan sosialisasi pada apel pagi. Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin S. Kontu, hadir langsung untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya dan kemudahan IKD kepada jajaran personel Polresta Manado.

​Dalam penjelasannya, Erwin menyampaikan bahwa kehadiran IKD memungkinkan dokumen kependudukan tersimpan secara aman di dalam ponsel genggam. Hal ini memudahkan masyarakat untuk menunjukkan identitas diri kapan saja tanpa harus membawa fisik KTP elektronik.

​"Kami berharap para anggota Polresta Manado yang bertugas di lapangan tidak hanya memanfaatkan layanan ini untuk diri sendiri, tetapi juga ikut menyosialisasikannya kepada masyarakat yang ditemui sehari-hari," ujar Erwin.

​Dengan teraktivasinya IKD, personel Polresta Manado diharapkan dapat mengambil peran strategis sebagai agen perlindungan sosial (perlinsos). Di saat menjalankan tugas lapangan, anggota dapat membantu mengenalkan keunggulan IKD, mengajak warga melakukan aktivasi, serta mengarahkan mereka ke fasilitas layanan Dukcapil terdekat.

​Layanan aktivasi IKD berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA dengan pendampingan langsung oleh Petugas Dukcapil di bawah koordinasi Kadis Erwin. Tercatat, lebih dari 150 anggota Polresta Manado berhasil mengaktifkan aplikasi IKD di ponsel masing-masing hanya dalam kurun waktu satu hari. Kegiatan ini turut mendapat perhatian serta dukungan dari Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Yudo Hermanto, yang ikut memantau jalannya aktivasi.

​Dukcapil Kota Manado menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Polresta Manado atas sinergi dan dukungan penuh yang diberikan. Upaya jemput bola dan digitalisasi ini akan terus dirutinkan agar jangkauan kepemilikan IKD bagi masyarakat Kota Manado semakin meluas.

​Bagi masyarakat Kota Manado yang belum melakukan aktivasi IKD, disarankan untuk dapat langsung mengunjungi Kantor Dinas Dukcapil Kota Manado atau memanfaatkan kegiatan aktivasi jemput bola yang diselenggarakan di berbagai lokasi publik.

Dukcapil Kota Manado merupakan instansi pemerintah yang bertugas menyelenggarakan urusan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di wilayah Kota Manado, guna mewujudkan pelayanan publik yang prima, tertib administrasi, dan berbasis digital. *Mid-On*

‎Dukung Pembangunan PCG Klabat Pinili, MW 88 GPdI Kotabunan Tutuyan Serahkan Bantuan Rp 40 Juta  ‎

‎Dukung Pembangunan PCG Klabat Pinili, MW 88 GPdI Kotabunan Tutuyan Serahkan Bantuan Rp 40 Juta ‎

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
— Bentuk kepedulian dan komitmen terhadap kemajuan pelayanan rohani di Sulawesi Utara terus ditunjukkan oleh jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI).

‎

‎Majelis Wilayah (MW) 88 GPdI Kotabunan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, secara resmi menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 40.000.000 untuk menunjang pembangunan Auditorium YIAL Pentecostal Camping Ground (PCG) Klabat Pinili.

‎

‎​Penyerahan bantuan keuangan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MW 88 GPdI Kotambunan Tutuyan, Pdt. Jefri Mangente, dengan didampingi Sekretaris Pdt. Fendy Bolung dan Bendahara Pdt. Otniel Kasiuhe.

‎

‎​Bantuan bernilai puluhan juta rupiah tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt. Hanny Awuy, S.Th., M.Th., bertempat di Kantor MD GPdI Sulawesi Utara, Jalan S.H. Sarundajang, Buha, Manado.

‎

‎​Pdt Jefri Mangente menyampaikan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata serta kebersamaan seluruh elemen jemaat di Wilayah 88 Kotabunan Tutuyan terhadap sarana penunjang pembinaan kerohanian jemaat.

‎

‎​"Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pembangunan Auditorium YIAL PCG Klabat Pinili, sehingga nantinya sarana ini dapat segera dimanfaatkan secara maksimal untuk berbagai kegiatan pembinaan, perkemahan, dan pertemuan rohani jamaah GPdI di Sulawesi Utara," ujar Pdt Jefri Mangente diamini Pdt Fendy dan Pdt Otniel.

‎

‎​Sementara itu, Pdt Hanny Awuy, S.Th., M.Th., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam atas kepedulian dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh pengurus MW 88 Kotabunan Tutuyan beserta seluruh jemaat yang terlibat.

‎

‎"Tentunya bantuan  sangat berarti dalam menopang penyelesaian fasilitas arena perkemahan PCG Klabat Pinili, sebut Pdt Hanny.

‎

‎​Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diakhiri dengan doa bersama untuk kelancaran pembangunan serta pelayanan GPdI di wilayah Sulawesi Utara. *Mid-On*


‎

Senin, 05 Oktober 2026

Tingkatkan Digitalisasi Layanan Dukcapil Manado dan Polda Sulut Kolaborasi Akselerasi Aktivasi IKD

Tingkatkan Digitalisasi Layanan Dukcapil Manado dan Polda Sulut Kolaborasi Akselerasi Aktivasi IKD


MANADO, CARIKABAR. ID
– Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado terus menjalankan program Capil Pdkt.

‎
‎Program itu dilaksanakan bersama Polda Sulawesi Utara untuk meningkatkan penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di kalangan anggota Polda Sulut, Senin (05/10/2026).
‎
‎Kolaborasi ini terjalin berkat sinergi Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado, Erwin S. Kontu, dan Direktur Binmas Polda Sulut, Kombes Pol. Rio Alexander Panelewen, S.I.K. Kedua instansi berkolaborasi agar seluruh anggota Polda Sulut memiliki IKD.
‎
‎Kegiatan berlangsung di lingkungan Polda Sulut setelah apel pagi. Petugas Dukcapil Manado mendampingi anggota Polda Sulut mengaktifkan IKD di ponsel masing-masing. Dengan IKD, identitas kependudukan menjadi lebih praktis, aman, dan mudah diakses kapan saja.
‎
‎setelah ini, Polda Sulut akan berencana akan mewajibkan setiap peserta ujian satpam Polda Sulut memiliki IKD terlebih dahulu sebelum mengikuti ujian.
‎
‎Kolaborasi Dukcapil Manado dan Polda Sulut ini diharapkan terus berlanjut untuk mewujudkan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah. *Mid-On*
‎