Ad 728x90

Senin, 11 Mei 2026

‎Pantik Semangat Kader di Manado, Olly Dondokambey: Pertahankan dan Rebut Kembali Kemenangan Pilpres!

‎Pantik Semangat Kader di Manado, Olly Dondokambey: Pertahankan dan Rebut Kembali Kemenangan Pilpres!


MANADO, CARIKABAR. ID
- Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menghadiri sekaligus membuka rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kota Manado yang dipusatkan di Kantor DPC PDI Perjuangan Manado, Kelurahan Buha, Senin (11/5/2026).


‎​Kehadiran sosok yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan ini menjadi suntikan motivasi bagi ratusan kader dan pengurus di tingkat kecamatan se-Kota Manado.


‎Dalam arahannya, Olly menekankan bahwa konsolidasi organisasi melalui Musancab adalah fondasi utama untuk menjaga ritme perjuangan partai.


‎​Di hadapan seluruh kader, Olly Dondokambey memberikan instruksi tegas mengenai arah politik partai ke depan.


‎Bendahara DPP PDI Perjuangan ini pula, menekankan bahwa soliditas kader adalah kunci untuk memenangkan agenda politik nasional, terutama Pemilihan Presiden (Pilpres).


‎​“Pertahankan dan rebut kembali kemenangan Pilpres ke depan. Mudah-mudahan semua ini bisa berhasil,” tegas Olly yang disambut riuh tepuk tangan para kader.


‎​Olly mengingatkan bahwa kemenangan hanya bisa diraih jika seluruh struktur partai, dari tingkat DPC hingga Anak Ranting, bergerak dalam satu barisan yang utuh.


‎Sementara itu, Richard juga menegaskan bahwa PDIP Manado mengikuti kebijakan partai terkait komposisi kepengurusan.



‎"Salah satu kebijakan, bahwa untuk kepengurusan PAC memenuhi 30 persen perempuan. Kita juga merekrut Gen Z, tokoh masyarakat, dan rekan senior,” ujarnya.


‎Kegiatan Musancab ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Sulawesi Utara, fungsionaris DPC Kota Manado, serta seluruh utusan dari anak cabang di wilayah tersebut. Dengan semangat yang berkobar, PDI Perjuangan Manado menyatakan kesiapannya untuk mengamankan instruksi partai demi mencapai target kemenangan di masa mendatang.


‎*MidOn*





Richard Sualang Pastikan Musancab PDI Perjuangan se-Kota Manado Tuntas dan Sukses

Richard Sualang Pastikan Musancab PDI Perjuangan se-Kota Manado Tuntas dan Sukses


MANADO, CARIKABAR.ID
– Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, dr. Richard Sualang, memastikan seluruh rangkaian Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di wilayah Kota Manado telah berjalan lancar, aman, dan sukses.


‎Kegiatan konsolidasi organisasi ini dipusatkan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Kelurahan Buha, pada Senin (11/5/2026).

‎​Menurut Richard, agenda strategis ini diikuti oleh seluruh struktur partai dari 11 kecamatan yang ada di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut.

‎Ia menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan dalam musyawarah berjalan sesuai mekanisme partai tanpa hambatan berarti.

‎​“Hari ini, Musancab untuk 11 kecamatan di Kota Manado sudah berlangsung dengan baik dan seluruh rangkaiannya telah dituntaskan,” ujar Richard Sualang saat memberikan keterangan resmi.

‎​Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kawalan langsung jajaran DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara. Agenda dibuka secara resmi oleh Ketua DPD PDIP Sulut, Olly Dondokambey.

‎​"Dengan tuntasnya Musancab ini, mesin partai di tingkat kecamatan hingga ranting kini semakin solid dan siap bergerak selaras dengan instruksi partai ke depan," pungkas Sualang.

‎​Proses persidangan dipimpin oleh jajaran pengurus DPD, di antaranya, ​Sekretaris dan Bendahara DPD PDIP Sulut.
‎​Pengurus DPD, Roy Roring dan Jeane Laluyan.

‎​Sebagai bentuk demokrasi partai yang sehat, pimpinan sidang juga melibatkan unsur keterwakilan dari arus bawah, yakni tiga perwakilan Ketua Ranting di setiap sesi persidangan.

‎​Struktur baru di 11 Kecamatan terbentuk
‎​hasil akhir dari gelaran Musancab ini adalah ditetapkannya struktur kepemimpinan baru untuk tingkat kecamatan.

‎Seluruh Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) beserta jajaran pengurus di 11 kecamatan kini telah resmi memiliki legitimasi untuk menjalankan roda organisasi.

‎*MidOn*

‎Solidaritas Jurnalis Sulut: Ratusan Wartawan Geruduk Mapolda, Tuntut Penuntasan Kasus Kekerasan terhadap Pers

‎Solidaritas Jurnalis Sulut: Ratusan Wartawan Geruduk Mapolda, Tuntut Penuntasan Kasus Kekerasan terhadap Pers


MANADO, CARIKABAR.ID
– Gelombang aksi damai ratusan jurnalis dari berbagai organisasi pers memadati depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Utara pada Senin (11/5/2026).


‎Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas dugaan kekerasan yang menimpa seorang jurnalis bernama Jack oleh oknum bernama RM.

‎​Massa aksi yang terdiri dari PWI, APM, jurnalis Deprov, jurnalis Polda, hingga perwakilan biro dari Minahasa Utara, Bitung, dan Minahasa, menuntut agar aparat kepolisian bertindak tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu dalam menangani kasus tersebut.

‎​Koordinator lapangan, Aldy Pascoal, menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalanan murni didasari oleh rasa keprihatinan sesama insan pers.

‎​"Ini aksi spontan sebagai bentuk solidaritas kami. Kekerasan yang dialami Jack sudah dilaporkan ke Polda Sulut, dan kami meminta kasus ini diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku," tegas Aldy dalam orasinya.

‎​Pantauan di lokasi menunjukkan situasi sempat memanas ketika permintaan massa untuk bertemu langsung dengan Kapolda Sulut tidak segera dikabulkan. Aksi saling dorong sempat terjadi antara massa aksi dan petugas pengamanan di pintu gerbang.

‎​Ketegangan meningkat saat sejumlah wartawan melakukan aksi blokir jalan di depan Mapolda sebagai bentuk protes.

‎Di sana, perwakilan jurnalis bergantian menyampaikan orasi yang mengutuk segala bentuk pembungkaman dan kekerasan terhadap kerja-kerja jurnalistik.

‎​Setelah negosiasi yang alot, perwakilan wartawan akhirnya diizinkan masuk untuk bertemu langsung dengan Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Harry Langie.

‎Dihadapan massa aksi damai tersebut, ​Kapolda menyatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kekerasan yang menghalangi tugas jurnalistik.

‎​"Sesuai tuntutan rekan-rekan, saya bersama jajaran tidak pernah menoleransi hal-hal demikian. Pada dasarnya hukum harus ditegakkan terkait laporan peristiwa pidana yang terjadi," ujar Kapolda.

‎​Ia pun menyatakan rasa prihatinnya atas insiden yang menimpa Jack, mengingat jurnalis bekerja di bawah lindungan undang-undang.

‎​"Saya merasa miris karena ini terjadi saat (korban) melakukan peliputan sesuai dengan UU Pers. Tugas Polri adalah mengamankan semua warga negara dan masyarakat tanpa terkecuali," pungkasnya.

‎​Hingga aksi berakhir, massa berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proses hukum di Polda Sulut hingga pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

‎*MidOn*

Minggu, 10 Mei 2026

Persiapkan Rakornas 2026, PGI Resmi Lantik Pnt Richard Sualang Sebagai Ketua Umum Panitia

Persiapkan Rakornas 2026, PGI Resmi Lantik Pnt Richard Sualang Sebagai Ketua Umum Panitia


MANADO, CARIKABAR. ID
- Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) secara resmi memulai rangkaian persiapan pesta iman tingkat nasional dengan melantik Pnt Richard Sualang sebagai Ketua Umum Panitia Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PGIW/SAG 2026. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dalam ibadah minggu di Gereja GMIM El-Manibang, Malalayang, Minggu (10/05/2026).


​Pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum PGI, Pdt Jacklevyn Frits Manuputty, yang mengukuhkan Pnt Richard Sualang bersama jajaran pengurus panitia lainnya. Momen ini disaksikan oleh para pimpinan gereja, tokoh masyarakat, serta jemaat setempat yang memberikan dukungan penuh bagi suksesnya agenda besar tersebut.


​Rakornas PGI Wilayah (PGIW) dan Sinode Am Gereja-gereja (SAG) tahun 2026 dijadwalkan akan dilaksanakan pada Agustus 2026 mendatang, dengan Kota Manado terpilih sebagai tuan rumah. Pertemuan ini dinilai strategis dalam memperkuat koordinasi pelayanan dan oikumenis di seluruh penjuru Indonesia.

​Dalam sambutannya pasca pelantikan, Pnt. Richard Sualang mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh PGI dan sinode gereja.​


"Tugas ini tentunya akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab dan rasa syukur. Terima kasih telah mempercayakan saya sebagai Ketua Umum Panitia. Saya berharap kita semua bisa bekerja bersama dan berdoa bersama untuk kemuliaan pekerjaan Tuhan ini," ujar Richard Sualang.


Ditambahkannya, saya juga mau mengajak seluruh panitia dan jemaat untuk menopang kegiatan ini dengan doa serta kerja bersama agar Rakornas nanti dapat berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi pelayanan gereja di Indonesia. 


Mengutip perenungan dengan mengangkat tema 'Hikmat Allah dan Hikmat Manusia, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty dalam khotbahnya menyampaikan pesan tegas mengenai persatuan gereja. Ia menyinggung teladan Rasul Paulus yang mengingatkan jemaat agar berhenti bertengkar dan bersatu dalam pikiran serta tujuan.


Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGI menyampaikan kegiatan Rakornas ini akan dilaksanakan pada bulan Agustus pertengahan, PGI Wilayah dari seluruh indonesia kurang lebih 30 an wilayah akan rakornas disini. 


"Ini kegiatan rutin setiap tahun dan akan membicarakan hasil-hasil sidang majelis PGI pada level wilayah, kita bersyukur panitia telah dilantik dan bersedia untuk menjadi tuan rumah, karena Manado Sulawesi Utara dikenal sebagai tuan rumah kegiatan-kegiatan oikumene dan semua berjalan dengan baik dan kesan yang baik," ucapnya.


Lanjutnya, Manado keramahannya luar biasa, kita berharap semua peserta yang akan hadir disini bisa merasakan, menikmati keramatamahan, kesaksian persekutuan dari masyarakat Manado dan Minahasa.


Hadiri kegiatan ini antara lain, Sekretaris Umum PGI SAG Sulutenggo,  Felicia Aling. Pdt. Jacqueline Soan Sumilat, S.Th, Ketua MPH Sinode Am Gereja-gereja Sulut, Tengah, dan Gorontalo (SAG Sulutteng)


Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan kegiatan akan diumumkan setelah pertemuan panitia PGI Wilayah SAG.

*MidOn*

Sabtu, 02 Mei 2026

‎Rayakan HUT ke-174, Jemaat GMIM Moria Kolongan Gelar Turnamen Tenis Meja "Moriko Cup 2026"  ‎

‎Rayakan HUT ke-174, Jemaat GMIM Moria Kolongan Gelar Turnamen Tenis Meja "Moriko Cup 2026" ‎


MINAHASA UTARA, CARIKABAR.ID
– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-174, Jemaat GMIM Moria Kolongan, Minahasa Utara, siap menggelar ajang olahraga bergengsi bertajuk Turnamen Tenis Meja Moriko Cup 2026.


‎Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Mei 2026 bertempat di Gedung Serbaguna GMIM Moria Kolongan.


‎​Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya, HUT kali ini mengedepankan sinergi antara pembinaan spiritual dan kesehatan fisik. Ketua Panitia, Johanis Wangania S.Sos, menjelaskan bahwa turnamen ini dirancang sebagai wadah mempererat tali persaudaraan sekaligus memupuk sportivitas antarjemaat.


‎​"Kegiatan ini digelar untuk menunjang perayaan HUT Jemaat ke-174, sekaligus persiapan menghadapi Hari Persatuan Pria/Kaum Bapa (Hapsa P/KB) GMIM dan Pesta Seni Remaja 2026. Lewat olahraga, kita ingin meningkatkan kesehatan, kekompakan, dan kebersamaan jemaat," ujar Wangania.


‎​Kategori Pertandingan & Pendaftaran

‎​Sekretaris Panitia, Rendra Dondokambey SE, memaparkan bahwa Moriko Cup 2026 akan mempertandingkan beberapa kategori kompetitif, di antaranya:

‎​Beregu antar Jemaat/Wilayah se-GMIM.

‎​Beregu Campuran antar divisi.

‎​Tunggal khusus Divisi 3 dan 4.


‎​Masa registrasi peserta telah dibuka sejak 6 April hingga 6 Mei 2026. Panitia akan mengakhiri rangkaian pendaftaran dengan agenda Technical Meeting yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2026.


‎​Turnamen ini bukan sekadar mengejar gelar juara. Panitia menegaskan bahwa misi utama Moriko Cup adalah memantapkan peran jemaat dalam tiga pilar pelayanan gereja, Diakonia, Marturia, dan Koinonia.


‎Partisipasi aktif juga diharapkan datang dari seluruh kelompok pelayanan, mulai dari Pria/Kaum Bapa (P/KB), Wanita/Kaum Ibu (W/KI), Pemuda, Remaja, hingga Anak.


‎​"Moriko Cup 2026 diharapkan menjadi sarana pembentukan spiritual, fisik, dan mental. Kami ingin menghadirkan jemaat yang kuat iman, sehat secara fisik, dan kokoh dalam kebersamaan sosial," tambah Wangania.


‎​Dengan antusiasme yang tinggi dari panitia dan calon peserta, Moriko Cup 2026 diprediksi akan menjadi salah satu event olahraga gerejawi yang paling dinantikan dan membawa dampak positif bagi pengembangan bakat serta persaudaraan di lingkup GMIM.


‎*MidOn*

Jumat, 01 Mei 2026

‎Sosok Pemimpin Gereja yang Ideal

‎Sosok Pemimpin Gereja yang Ideal


By, Pdt DR Samuel Tandiassa, MA

Part 1

CARIKABAR.ID - Poin ini menekankan bahwa efektivitas seorang pemimpin gereja yang ideal,tidak dimulai dari apa yang ia lakukan,melainkan dari siapa dia di hadapan Tuhan saat tidak ada orang yang melihat,menyelaraskan antara khotbah yang disampaikan dengan kehidupan pribadi.


‎Pemimpin gereja yang ideal akan mengadopsi pola kepemimpinan Kristus (Servant Leadership), yang tidak mencari validasi manusia,melainkan ketaatan kepada Allah.


‎Sebagai pemimpin gereja,ia harus memiliki kemampuan untuk tetap teguh di tengah kritik,konflik internal,dan tuntutan pelayanan yang menguras emosi.


‎Selanjutnya,pemimpin yang ideal tidak hanya saleh secara pribadi,tetapi juga cakap dalam memimpin komunitas sebagai organisme yang bergerak.


‎la memiliki kemampuan membedakanmana perubahan yang harus diikuti (relevansi) dan mana prinsip yang harus dipertahankan (ortodoksi).


‎Hal yang paling penting,yaitu pemimpin gereja yang ideal tidak membangun "kerajaan pribadi," melainkan mempersiapkan generasi berikutnya untuk melampaui dirinya.

Kepemimpinan gereja yang alkitabiah adalah kepemimpinan yang bersifat relasional,bukan sekadar birokratis. la harus menjadi sosok yang dapat didekati,mampu merasakan penderitaan jemaat, dan hadir dalam momen-momen krusial kehidupan mereka.


‎Berikut adalah eksplorasi mendalam mengenai aspek personal atau kepribadian dari seorang pemimpin gereja yang ideal.


‎I.INTEGRITAS BATIN

‎Integritas batin,atau sering disebut sebagai "inner integrity"adalah kondisi di mana terdapat keselarasan penuh antara apa yang seseorang pikirkan,apa yang diyakini,dan apa yang akhirnya dilakukan. Jika integritas publik adalah tentang bagaimana orang lain melihat seorang pemimpin jujur,integritas batin adalah tentang kejujuran seseorang terhadap diri sendiri saat tidak ada orang lain yang melihatnya.


‎Kriteria integritas batin ini yang membuat Daud menjadi sosok pemimpin yang ideal;"Tuhan melihat hati (1Sam.16:7). Untuk memahami konsep tentang integritas batin lebih dalam,kita perlu melihatnya melalui tiga elemen kunci.


‎1.Keselarasan.

‎Keselaran adalah kondisi tiadanya kesenjangan antara nilai-nilai moral yang dipegang dengan tindakan-tindakan nyata. Ketika seseorang melakukan sesuatu yang bertentangan dengan prinsip-prinsip pribadi,batinnya pasti akan mengalami konflik.


‎2.Kejujuran Radikal pada Diri Sendiri.

‎Kejujuran radikal adalah kemampuan seseorang untuk mengakui motivasi sebenarnya di balik sebuahtindakan. Apakah seseorang melakukan sesuatu karena itu benar,atau hanya karena ingin disanjung? Integritas batin menuntut keberanian untuk melihat "sisi gelap"atau kelemahan diri tanpa menyangkalnya.


‎3.Konsistensi.

‎Mempertahankan standar moral yang sama dalam situasi apa pun.Nilai-nilai seseorang tidak berubah hanya karena adanya tekanan keadaan atau tawaran keuntungan-keuntungan jangka pendek.


‎Mengapa integritas batin begitu krusial?dalam konteks pengelolaan diri dan pengaruh,integritas batin memberikan fondasi yang tidak terlihat namun sangat kuat,antara lain:


‎1) Ketenangan Pikiran:Orang dengan integritas batin yang kuat tidak perlu "menjaga narasi"atau takut rahasianya terbongkar,karena hidup mereka transparan antara luar dan dalam.


‎2) 0toritas Moral:Pengaruh seseorang tidak selalu berasal dari jabatannya, melainkan dari pancaran karakter yang stabil. Orang lain secara insting akan lebih memercayai mereka yang tampak "selesai"dengan dirinya sendiri.


‎3) Ketahanan:Saat menghadapi krisis atau kritik, integritas batin menjadi jangkar. Seorang pemimpin tidak akan mudah goyah oleh opini publik karena ia tahu persis posisi atau kondisi moralnya.


‎Misalnya,seseorang mungkin terlihat sukses memimpin sebuah organisasi atau lembaga, namun jika di dalam hatinya ia merasa memanipulasi orang lain demi ambisi pribadi, maka ia kehilangan integritas batin.


‎Sebaliknya, seseorang dengan integritas batin akan memastikan kesuksesan kepemimpinannya dicapai dengan cara yang jujur,sehingga ia bisatidur dengan nyenyak di malam hari. Bersambung. . .


‎*MidOn*

Kamis, 30 April 2026

‎Manado Dilanda Api Kebangunan Rohani, Malam Penutupan KKR di Sparta Tikala Berlangsung Dahsyat  ‎

‎Manado Dilanda Api Kebangunan Rohani, Malam Penutupan KKR di Sparta Tikala Berlangsung Dahsyat ‎


MANADO
, CARIKABAR.ID – Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Sulawesi Utara tumpah ruah memadati Lapangan Sparta Tikala, Manado, menghadiri malam puncak Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Waktunya Sudah Dekat", Kamis (30/04/2026).


‎Lapangan Sparta Tikala menjadi saksi bisu atas sebuah peristiwa spiritual yang luar biasa dalam rangkaian KKR selama empat malam, sejak 27-30 April 2026.


‎Ribuan warga Manado dan sekitarnya memadati area lapangan dalam Malam Terakhir Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dipimpin oleh tokoh rohani ternama, Pdt Franky Rewah.


‎​Sejak sore hari, arus massa mulai mengalir memadati lapangan, menciptakan atmosfer kerinduan yang mendalam akan lawatan Tuhan.

‎​Atmosfer Pujian yang Menggetarkan

‎​Acara dibuka dengan puji-pujian yang membakar semangat.


‎Alunan musik dan nyanyian syukur dari ribuan jemaat yang hadir seakan menyatu, menciptakan getaran iman yang terasa di seluruh sudut Lapangan Sparta Tikala. Tidak sedikit warga yang meneteskan air mata, larut dalam hadirat Tuhan yang begitu kental.


‎​Puncak acara terjadi saat Pdt Franky Rewah naik ke atas mimbar. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun penuh kuasa, beliau menyampaikan pesan Tuhan yang berfokus pada pemulihan, pertobatan, dan kasih Allah yang tidak terbatas.


‎​"Malam ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah momentum di mana langit terbuka atas Kota Manado.  Jangan pulang dengan beban yang sama, karena kuasa Allah bekerja melampaui logika manusia," seru Pdt. Franky di tengah khotbahnya yang disambut seruan "Amin" dari lautan manusia.


‎​Manifestasi Lawatan Allah

‎​Momen yang paling mengharukan terjadi saat sesi doa tantangan dan penyembuhan.


‎Banyak anak muda dan orang tua yang maju ke depan altar dengan kerendahan hati, menyerahkan hidup mereka untuk dibaharui.


‎​Suasana semakin intens saat doa kesembuhan dipanjatkan, banyak jemaat memberikan kesaksian merasakan jamahan Tuhan secara langsung pada fisik dan jiwa mereka.


‎​KKR ini juga menjadi simbol persatuan umat Kristiani di Sulawesi Utara, yang rindu melihat kota mereka diberkati dan dijauhkan dari segala marabahaya.


‎​Malam terakhir ini ditutup dengan doa, dipimpin Ketua MD GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Indria Awuy-Lantu, untuk berkat bagi Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara. Cahaya lampu dari ponsel jemaat yang diangkat tinggi-tinggi menjadi simbol bahwa setiap pribadi yang hadir siap menjadi "terang" di lingkungan mereka masing-masing.


‎​Meski acara telah berakhir, gema pujian dan api semangat yang berkobar di Sparta Tikala malam itu diyakini akan terus membawa dampak positif bagi kehidupan spiritual masyarakat Manado ke depannya.


‎Pembina Yayasan Kairos, Pdm Ir Eliasar Lekitonu, MM, M. Th, merasa bersyukur dengan terselenggaranya acara mulia ini,yang di gelar selama empat malam.


‎"Sebagai penyelenggara, kami mengapresiasi upaya kerja keras dari semua Panitia dan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah provinsi Sulawesi Utara maupun pemerintah Kota Manado dan kabupaten kota lainnya, Tuhan Yesus memberkati semuanya," ucap Lekitonu.


‎Sementara itu, Ketua Panitia penyelenggara, Pdm Ronald Velty Pelealu, mengatakan, keberhasilan program tahunan Yayasan Kairos Pelita Hati melalui Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel), atas kerja sama semua paniti dan pengurus yayasan.


‎"Kami sungguh bersyukur semua agenda acara ini boleh terlalu dengan baik, mulai dari persiapan sampai pada puncak kegiatan, dapat berjalan dengan baik. Yang pasti semua jeri lelah diberkati Tuhan," ungkap Pelealu.

*MidOn*