Ad 728x90

Sabtu, 19 September 2026

Bertaruh Nyawa di Tengah Kemarau Panjang: Perjuangan "Om Damkar" Kota Manado

Bertaruh Nyawa di Tengah Kemarau Panjang: Perjuangan "Om Damkar" Kota Manado


MANADO, CARIKABAR.ID
– Fenomena El Nino yang turut memperpanjang musim kemarau membuat suhu udara terasa semakin panas dan kondisi lingkungan menjadi lebih rentan terhadap kebakaran. Situasi ini diperparah dengan debit air yang terus menurun. Di sisi lain laporan kebakaran di Kota Manado masih terus berdatangan hampir setiap hari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado, Noviyanti Mongkau, S.E., mengatakan jumlah laporan kebakaran di Kota Manado dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, Kamis (18/09/2026). 

“Laporan kebakaran yang diterima oleh Call Center 112 Manado menunjukkan peningkatan setiap bulannya mulai dari Juni hingga per hari ini, 18 September 2026, terdapat 311 laporan kebakaran,” ungkapnya. 

Angka 311 tersebut bukan sekedar deretan data, melainkan gambaran tentang ancaman yang terus berulang di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. 

Dalam situasi seperti ini, api lebih mudah menyala, cepat membesar, dan sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga serta lingkungan sekitar. Jenis kejadian yang ditangani pun beragam, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kebakaran sampah yang berpotensi meluas akibat kondisi lingkungan yang kering.

Di tengah kepulan asap, panas yang menyengat dan kobaran api yang bisa berubah arah sewaktu-waktu, seorang petugas pemadam kebakaran harus tetap bergerak. Tidak banyak waktu untuk berpikir panjang. Yang ada di kepala hanya satu: apakah masih ada orang yang terjebak dan membutuhkan pertolongan?

Begitulah cara seorang anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado menjalani tugasnya. Di media sosial, ia lebih dikenal dengan sapaan sederhana: “Om Damkar.”


Sosok “Om Damkar”

Di balik nama yang kini akrab di telinga masyarakat itu, tidak ada jabatan istimewa. Ia adalah Hilario Mario Anlo, seorang staf yang mengabdikan diri untuk masyarakat Kota Manado. 

Perjalanan pengabdiannya dimulai pada Maret 2021, ketia ia bergabung sebagai tenaga honorer. Empat tahun kemudian, pada 2025, ia resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Baginya, menjadi petugas pemadam kebarakan bukan semata-mata pekerjaan, melainkan kesempatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Saya bangga menjalani pekerjaan sebagai ASN, apalagi terkait dengan menyelamatkan nyawa orang,” katanya saat diwawancarai di Pos Pemadam Kebarakan di Kecamatan Mapanget.

Nama “Om Damkar” sendiri lahir dari hal yang sederhana, yakni percakapan dengan sang istri. Sebelumnya, ia menggunakan nama pribadi “Mario Anlo” di media sosial. Namun, sang istri kerap memberikan semangat dengan kalimat, “Semangat Om Damkar.” Kalimat sederhana itu kemudian menjadi inspirasi untuk menggunakan nama “Om Damkar” di media sosial.

Sejak 2025, ia mengganti nama akun media sosialnya menjadi “Om Damkar.” Dari sana, nama tersebut semakin dikenal masyarakat dan perlahan menjadi identitas yang melekat pada dirinya sebagai petugas pemadam kebakaran. Hal itu tidak lepas dari konten yang rutin dibagikannya, berupa foto dan video aktivitas petugas pemadam kebakaran saat menangani dan memadamkan kebakaran di berbagai lokasi. 

Bagi dirinya, perubahan nama itu membawa pengalaman baru. Ia merasa lebih dekat dengan masyarakat melalui media sosial. Interaksi yang terbangun tidak hanya membuat masyarakat mengenal sosok di balik seragam pemadam kebakaran, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara petugas dan masyarakat. Namun, kedekatan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri.


Laporan kebakaran di media sosial: saya menunggu laporan resmi 

Di era media sosial, kebakaran seringkali diketahui oleh publik sebelum petugas. Ketika sebuah video diunggah, foto beredar, warga mulai membagikan informasi. Dalam hitungan menit, sebuah kejadian bisa menjadi viral. 

Hal ini dialami juga pernah dialami olehnya. Ada sebuah kebakaran, masyarakat justru menunggah video atau foto dan menandai akun media sosial “Om Damkar” dengan harapan petugas segera datang. Padahal, informasi yang beredar di media sosial belum tentu menjadi laporan resmi yang bisa langsung ditindaklanjuti oleh anggota pemadam kebakaran. 

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan media sosial sebagai jalur pertama ketika melihat kebakaran atau kondisi darurat. Menurut dia, langkah paling tepat adalah segera menghubungi layanan resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Manado. 

“Jangan dulu diunggah di media sosial, langsung hubungi kami di Layanan Call Center 112, bebas pulsa,” katanya. 

Ia menjelaskan masyarakat yang melaporkan kejadian akan dilayani oleh operator yang siap menerima laporan selama 24 jam. Selanjutnya, laporan yang masuk akan diteruskan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado atau perangkat daerah lainnya untuk segera ditindaklanjuti sesuai kondisi darurat yang dilaporkan. 

Sebab, bagi petugas, yang paling dibutuhkan bukan sekedar informasi yang ramai, melainkan informasi yang cepat dan tepat. Dalam situasi darurat, beberapa menit keterlambatan informasi dapat menentukan kondisi yang akan mereka hadapi Ketika tiba di lokasi. 


Yang pertama terlintas: ada yang harus diselamatkan

Ketika laporan kebakaran masuk, tidak ada banyak waktu untuk bersiap. Anggota segera mengambil perlengkapan, naik ke armada dan bergerak menuju lokasi. Titik lokasi biasanya diketahui melalui peta yang dibagikan dalam grup koordinasi WhatsApp. 

Untuk mempercepat pergerakan, sebelum laporan datang, armada telah disiapkan dengan air sehingga petugas bisa langsung bergerak ketika terjadi kebakaran. 

“Yang ada di pikiran kami, ada orang yang terjebak dan perlu diselamatkan. Kami harus cepat-cepat ke lokasi,” katanya.

Perjalanan menuju lokasi pun bukan tanpa risiko. Kemacetan menjadi salah satu hambatan yang sering dihadapi. Belum lagi akses menuju lokasi kebakaran yang terkadang sempit dan dipenuhi kabel listrik.

Bagi masyarakat, suara sirene mungkin hanya terdengar sebagai tanda bahwa petugas sedang menuju lokasi tetapi bagi para pemadam, perjalanan itu sendiri sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan.

“Pekerjaan kami sudah mempertaruhkan nyawa. Di perjalanan menuju lokasi kebakaran saja sudah mempertaruhkan nyawa, apalagi di lokasi,” ujarnya.

Di lokasi kebakaran, ia mengaku kondisi yang ditemui petugas kerap berbeda dengan laporan awal. Kebakaran yang semula disebut kecil dapat berubah menjadi lebih besar saat petugas tiba. Ia pernah menerima laporan kebakaran alang-alang yang masih berskala kecil. Namun, ketika petugas tiba di lokasi, api telah menjalar hingga mendekati rumah warga. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, keberanian saja tidak cukup. Seorang petugas harus memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai di lapangan. 

“Kami tidak jago menghadapi kebakaran, tetapi kami terlatih untuk menghadapi kebakaran,” ungkapnya.


Takut itu ada, tetapi harus dikalahkan

Masyarakat mungkin melihat petugas pemadam kebakaran sebagai sosok yang berani menerobos api. Seragam, helm, selang dan armada merah seolah menjadi simbol keberanian. Namun di balik perlengkapan itu tetap ada manusia yang bisa merasa takut. Ia mengaku rasa takut tetap ada setiap kali masuk ke situasi berbahaya. Hanya saja, ada sesuatu yang lebih besar dari rasa takut itu.

“Rasa takut saya dikalahkan oleh keinginan saya untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.

Kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Ia pernah berada dalam situasi yang membuat pilihan menjadi sangat sulit. Salah satu kejadian yang paling membekas adalah kebakaran di salah satu mal di Kota Manado yaitu Mega Mal. Kebakaran di Mega Mal terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu yang mengakibatkan satu orang karyawan meninggal dunia. 

Dalam kebakaran di Mega Mal tersebut, Ia mengungkap bahwa saat itu, masih ada korban yang berada di dalam bangunan. Keinginan untuk masuk dan menyelamatkan pun begitu besar. Namun, akses untuk mencapai korban telah tertutup oleh kobaran api. Bagi seorang petugas yang terbiasa bergerak menuju sumber bahaya, tidak bisa masuk justru menjadi salah satu pengalaman paling berat.

Peristiwa ini menjadi kejadian yang paling ia ingat, bukan karena besarnya kobaran api semata, melainkan karena ada keinginan untuk menyelamatkan seseorang yang pada saat itu tidak dapat dilakukan.


Respon dari masyarakat

Pengalaman menangani kebakaran besar, termasuk insiden di Mega Mal yang hingga kini masih membekas baginya, menjadi bagian dari perjalanan pengabdian sebagai petugas pemadam kebakaran. Setiap api yang berhasil dipadamkan dan setiap nyawa yang berhasil diselamatkan merupakan bagian penting dari tugas pelayanan kepada masyarakat. 

Di tengah risiko dan tantangan di lapangan, apresiasi masyarakat menjadi salah satu penyemangat bagi petugas.

“Ketika ada yang berterima kasih kepada kami, kami bersyukur. Artinya, masih ada orang yang peduli dengan pemadam,” ujarnya.

Namun, tidak semua respon yang diterima berupa apresiasi. Kritik hingga cacian terkadang datang ketika penanganan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Bagi petugas, hal tersebut merupakan bagian dari risiko pekerjaan. 

“Sudah biasa. Itu memang risiko pekerjaan kami,” katanya.

Meski demikian, berbagai respon tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas secara profesional. Sebab, di tengah kobaran api dan situasi darurat, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. 


Waspada dan cegah kebakaran bersama

Seiring dengan kondisi cuaca yang panas dan kering serta musim kemarau yang berkepanjangan, ia menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

Masyarakat diharapkan tidak membakar sampah secara sembarangan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta memeriksa dan memastikan kompor maupun peralatan yang dapat memicu api telah dimatikan setelah digunakan. Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan tempat tinggal maupun di ruang publik. 

*Mid-On*

Jumat, 18 September 2026

‎Pemkot Manado Raih Juara II Nasional Implementasi Program 3 Juta Rumah, Terima Insentif Fiskal Rp 4,5 Miliar

‎Pemkot Manado Raih Juara II Nasional Implementasi Program 3 Juta Rumah, Terima Insentif Fiskal Rp 4,5 Miliar


MAKASSAR, CARIKABAR.ID
— Pemerintah Kota (Pemkot) Manado kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.


‎Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang, Kota Manado berhasil meraih Juara II Kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah tingkat pemerintah kota pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.

‎​Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sonny Harry Budiutomo Harmadi, kepada Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, dalam acara yang berlangsung di Makassar pada Jumat (18/9/2026). Manado meraih posisi kedua bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Juara I) dan Wali Kota Bitung Hengky Honandar (Juara III).

‎​Atas capaian ini, Pemkot Manado berhak menerima insentif fiskal dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebesar Rp 4,5 miliar. Sementara itu, Pemkot Makassar menerima Rp 6 miliar dan Pemkot Bitung menerima Rp 3 miliar.

‎​Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jenderal Polisi (Purn.) Prof Drs H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa insentif fiskal tersebut disalurkan langsung ke rekening kas daerah untuk mendukung peningkatan kinerja aparatur serta pelaksanaan program pembangunan agar lebih efektif.

‎​"Penilaian ini kami laksanakan seobjektif mungkin oleh tim yang telah ditentukan. Saya mengucapkan selamat kepada daerah-daerah yang menerima penghargaan," ujar Mendagri Tito Karnavian.

‎​Penghargaan ini menjadi apresiasi konkret atas keberhasilan Pemkot Manado dalam menjalankan program bedah rumah yang menyasar 250 unit rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Langkah ini sejalan dengan percepatan Program Strategis Nasional "3 Juta Rumah" demi penyediaan hunian layak bagi masyarakat.

‎​Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, menegaskan bahwa pencapaian ini kian memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan hunian layak warga lewat penguatan kebijakan, percepatan penyediaan rumah, serta pengelolaan permukiman yang berkelanjutan dan inovatif.

‎​Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, tahunan ini digelar secara bertahap di enam regional (Sumatera, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, dan Papua) dengan berfokus pada empat kategori utama.

‎​Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri
‎​Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
‎​Akses Terhadap Layanan Pendidikan
‎​Implementasi Program 3 Juta Rumah
‎​Melalui penilaian yang objektif, kompetisi ini diharapkan mampu memicu iklim kompetitif yang sehat antar-pemerintah daerah sekaligus mempercepat lahirnya inovasi dalam pelayanan publik di seluruh Indonesia. *Mid-On*

‎Sekda MD GPdI Sulut Pdt Hanny Awuy Tegaskan Pelayanan WL dan Singer Harus Berakar pada Firman dan Ketulusan

‎Sekda MD GPdI Sulut Pdt Hanny Awuy Tegaskan Pelayanan WL dan Singer Harus Berakar pada Firman dan Ketulusan


MANADO, CARIKABAR. ID
— Sekretaris Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara, Pdt Hanny Awuy, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan bagi para pemusik gereja, khususnya worship leader (WL) dan singer.


    Foto, Ketua Panitia Workshop WL dan            Singers, Pdm Maleakhy Ratu, S. Th


Hal tersebut disampaikannya dalam khotbah yang mengacu pada pembacaan Alkitab Yohanes 4:23 dalam acara Workshop worship leader dan Singers GPdI Sulawesi Utara, bertempat di Luwansa Hotel, Jumat (18/09/2026).


‎​Dalam penyampaian firman, Pdt. Hanny Awuy menegaskan bahwa pelayanan dalam bidang pujian dan penyembahan tidak boleh hanya berfokus pada keahlian vokal atau teknik bernyanyi semata.


‎​"Pelayanan saudara harus disikapi dengan sungguh-sungguh. Ini bukan sekadar menunjukkan kemampuan bernyanyi di atas panggung, melainkan tentang menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran," ujar Pdt. Hanny Awuy.


‎​Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh pelayan musik dan penyanyi untuk terus mengembangkan talenta yang telah Tuhan percayakan secara bertanggung jawab.


‎"Peningkatan kapasitas teknis tetap diperlukan, namun harus diimbangi dengan sikap hati yang benar dan kesungguhan dalam melayani Tuhan," harap Pdt Hanny.


‎Kepala Badan Musik Seni dan Kreativitas (BMSK), Pdt Argemiro Manimpurung, S. Th, MA, menyampaikan apresiasi pada panitia worshop melalui Pelayanan Altar Pantekosta (Peltap) dapat menyelenggarakan kegiatan pelatihan worship leader dan singer.


‎"Hal ini tentunya dalam rangka peningkatan pelayanan bagi worship leader dan singer. Kegiatan ini sudah yang kedua kali yang sebelumnya tahun kemarin (2025) itu sesion pertama," uncap Pdt Argemiro.



‎Sementara itu, Ketua Panitia,Pdm Maleakhy Ratu, S.Th menjelaskan, ​melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh tim worship leader dan singer di lingkungan GPdI Sulawesi Utara semakin berdampak dan membawa jemaat masuk dalam pengalaman penyembahan yang sejati.


‎"Kami berharap, 309 peserta dalam mengikuti kegiatan ini mendapatkan wawasan dan pengetahuan serta landasan-landasan rohani dan teknis worship leader dan singer juga nilai-nilai GPdI untuk menjadi pelayan yang benar di hadapan Tuhan Yesus Kristus." terang Pdm Ratu. 


‎Diketahui kegiatan ini, menghadirkan narasumber, Ps Frangki Kuncoro, musisi dan founder Unlimited Worship, Sekretaris MD GPdI Sulut, Kepala BMSK, Biro Litbang. 

*Mid-On*


Rabu, 16 September 2026

‎Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Wanua Wenang Bersama Polda Sulut dan Tim Gabungan Salurkan 64.000 Liter Air ke Pulau Terluar Manado  ‎

‎Atasi Krisis Air Bersih, PDAM Wanua Wenang Bersama Polda Sulut dan Tim Gabungan Salurkan 64.000 Liter Air ke Pulau Terluar Manado ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
— Keterbatasan air bersih akibat kemarau panjang di wilayah kepulauan Kota Manado mendapat respons cepat melalui kolaborasi lintas instansi.


‎PDAM Wanua Wenang Manado bersama Polda Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, Basarnas, dan BPBD Manado mendistribusikan 64.000 liter (64 meter kubik) air bersih bagi warga di Pulau Siladen, Bunaken, dan Manado Tua, Kamis (17/9/2025).


‎​Penyaluran air bersih ini menjadi langkah tanggap darurat untuk membantu masyarakat pesisir dan komunitas nelayan yang menghadapi krisis air.


‎Keterbatasan jaringan pipa darat serta tantangan geografis membuat distribusi membutuhkan armada transportasi laut dan koordinasi ketat antarinstansi.


‎​Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Manado, Meiky Taliwuna, menyampaikan bahwa sinergi ini sangat krusial mengingat akhir musim kemarau belum dapat diprediksi.


‎​“Merupakan wujud kepedulian bersama untuk membantu warga kepulauan yang terdampak kemarau panjang. Saat ini masyarakat di Siladen, Bunaken, dan Manado Tua sangat membutuhkan pasokan air bersih,” ujar Meiky di Manado, Kamis (17/9/2025).


‎​Dalam pelaksanaannya, distribusi air memanfaatkan armada kapal milik Ditpolairud Polda Sulut untuk menjangkau pemukiman warga di pulau-pulau tersebut, didukung penuh oleh personil Basarnas dan BPBD Manado.


‎​Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulut, Kombes Pol. Bayuaji Yudha Prajas, menegaskan kesiapan jajarannya dalam mendukung sarana logistik hingga ke wilayah terluar.


‎​“Hari ini kita mendistribusikan 64.000 liter air bersih. Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, BPBD, serta PDAM untuk membantu warga yang membutuhkan,” kata Bayuaji.


‎​Aksi bersama ini membuktikan bahwa penanganan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan memerlukan keterlibatan terpadu, mulai dari penyediaan pasokan hingga dukungan armada penyeberangan ke lokasi yang sulit dijangkau.


‎Bantuan ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih harian warga selama masa kemarau berlangsung. *Mid-On*

Jumat, 11 September 2026

‎DPC API Salurkan Bantuan Kasih untuk Keluarga Korban Kebakaran Rumah

‎DPC API Salurkan Bantuan Kasih untuk Keluarga Korban Kebakaran Rumah


MANADO, CARIKABAR.ID
— DPC Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kota Manado menyerahkan bantuan santunan kepada anggota pengurus yang tertimpa musibah kebakaran rumah tinggal, Jumat (11/9/2026).


‎Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC API Kota Manado sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas antar sesama pelayan Tuhan.


‎​Ketua DPC API Kota Manado menyampaikan rasa simpati mendalam atas musibah yang dialami korban. Ia menegaskan bahwa organisasi API bukan hanya sekadar wadah berhimpun para hamba Tuhan, melainkan keluarga yang saling menopang di saat suka maupun duka.


‎​“Kami turut merasakan apa yang dialami oleh saudara kita. Bantuan santunan ini merupakan bentuk empati dan kasih dari seluruh pengurus serta anggota DPC API Kota Manado. Harapan kami, bantuan yang tidak seberapa ini bisa sedikit meringankan beban keluarga dan memberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.


‎Sementara itu, Pdt Sofian Lakoro menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran pengurus serta keluarga besar DPC API Kota Manado. Menurutnya, bantuan dan dukungan moral yang diberikan sangat berarti bagi dirinya dan keluarga di tengah situasi sulit ini.


‎​“Kami keluarga sangat tersentuh dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus DPC API Kota Manado atas perhatian, doa, dan bantuan nyata yang diberikan. Kehadiran rekan-rekan pengurus memberikan penguatan dan penghiburan tersendiri bagi kami dalam menghadapi musibah ini,” ucap Pdt Sofian Lakoro.


‎​Pdt Lakoro, yang melayani sebagai gembala ( ketua jemaat) Gereja Pekabaran Injil Sungai Air Hidup (GPISAH) Sumompo, ini pun berharap tali silaturahmi serta semangat kebersamaan di dalam DPC API Kota Manado dapat terus terjaga, sehingga organisasi ini terus menjadi saluran berkat bagi sesama dan masyarakat luas.


‎​Penyerahan bantuan tersebut disaksikan oleh sejumlah pengurus DPC API Kota Manado dan pihak keluarga korban.


‎Melalui aksi sosial ini, API Kota Manado berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan dampak positif, baik bagi internal organisasi maupun masyarakat luas di Kota Manado.


‎*Mid-On*

Jumat, 28 Agustus 2026

‎Tingkatkan Kapasitas Aparatur, Satpol PP Kota Manado Gelar Pelatihan Pengendalian Massa Bersama Polresta

‎Tingkatkan Kapasitas Aparatur, Satpol PP Kota Manado Gelar Pelatihan Pengendalian Massa Bersama Polresta


MANADO, CARI KABAR. ID
— Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Manado menggelar kegiatan peningkatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Aparatur (SDA) yang berfokus pada teknik pengendalian massa.


‎Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan pada program kerja Satpol PP Kota Manado Tahun 2026 demi memperkuat peran aparatur dalam menjaga ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat di wilayah Kota Manado.

‎​Pelatihan ini dirancang untuk mengasah pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan para anggota Satpol PP, bertempat di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jumat (28/08/2026).

‎Selain itu, aspek komunikasi dan koordinasi antarpersonel turut diperkuat agar jajaran Satpol PP semakin sigap dan terukur saat menghadapi situasi di lapangan yang membutuhkan penanganan atau pengendalian massa.

‎​Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima berbagai materi strategis, meliputi, ​pemahaman dasar pengendalian massa, teknik komunikasi dan koordinasi efektif, pembentukan kedisiplinan dan kerja sama tim dan
‎​prosedur keselamatan kerja dalam pelaksanaan tugas

‎​Latihan fisik serta simulasi lapangan
‎​Untuk memastikan kualitas pelatihan, Satpol PP Kota Manado menghadirkan narasumber dan instruktur langsung dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Manado yang memiliki kompetensi serta pengalaman luas di bidang pengendalian massa.

‎​Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Manado, Novly Siwi, bersama Sekretaris Satpol PP, Kristian Salindeho, dan Kepala Bidang SDA, Dekky Foke, berharap pelatihan ini mampu memberikan dampak nyata bagi kesiapan personel.

‎"Melalui pembekalan ini, seluruh anggota diharapkan dapat meningkatkan kekompakan, keterampilan, dan kesiapsiagaan saat menjalankan tugas menjaga kondusivitas Kota Manado," ucap Kasat Novly Siwi.

‎*Mid-On*

Rabu, 26 Agustus 2026

Kejati Sulut Gelar Seminar Hukum Bahas Implementasi KUHP Nasional dan Keadilan Restoratif

Kejati Sulut Gelar Seminar Hukum Bahas Implementasi KUHP Nasional dan Keadilan Restoratif


MANADO, CARI KABAR. ID 
– Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menggelar seminar hukum bertajuk "Navigasi Kejaksaan dalam Implementasi KUHP Nasional, Optimalisasi Keadilan Restoratif, Pidana Pengawasan, dan Eksekusi Kerja Sosial" di Manado.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memantapkan kesiapan jajaran jaksa serta pemangku kepentingan dalam menyongsong pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional baru yang mengusung paradigma hukum modern.

Agenda tersebut digelar guna memberikan pemahaman mendalam bagi aparatur pemerintah dan masyarakat mengenai dinamika hukum terbaru, khususnya terkait berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional.

​Dalam sambutannya, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Kejati Sulut dalam menyelenggarakan forum edukatif ini.​

“Saya berharap dengan adanya seminar hukum ini, kita akan semakin memahami soal hukum yang berlaku saat ini. Pengetahuan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Manado dalam menjalankan tugas pemerintahan, serta bermanfaat bagi kita semua dan masyarakat Kota Manado secara luas,” ujar Andrei Angouw.

Rangkaian acara yang bertempat Aula serbaguna kantor Walikota Manado, Kamis 27/08/2026) tersebut, dilanjutkan dengan pemutaran video profil dan capaian kinerja Kejaksaan Tinggi Sulut, termasuk penampilan khusus dari Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut. 

​Bertindak sebagai Keynote Speaker, Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeylohy, S.H., M.H., memaparkan berbagai capaian kinerja instansinya, khususnya selama rangkaian Hari Bhakti Adhyaksa periode Juli hingga Agustus 2026. 

ODalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya konsep Navigasi Kejaksaan untuk mengoptimalkan pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice), pidana pengawasan, serta eksekusi kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis.

​Selain Kajati Sulut, seminar ini menghadirkan narasumber berkompeten lainnya, yaitu Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara, Y.M. Amin Sutikno, S.H., M.H., serta akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Haryanti Bawole, S.H., M.H.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kejati Sulut, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kepala Kejaksaan Negeri se-Sulut, Kepala Biro Hukum Pemprov Sulut, pejabat Pemkot Manado, para Camat dan Lurah se-Kota Manado, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan LSM, hingga insan pers.

​Melalui penyelenggaraan seminar ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kokoh antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan supremasi hukum yang adil, berkepastian, serta berorientasi pada kemanfaatan di Sulawesi Utara.

*Mid-On*