Ad 728x90

Kamis, 16 April 2026

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda.


‎Dalam bincang-bincang Talk Show Tabea Manado yang digelar di Kantor Pemkot Manado, Kamis (16/04/2026), isu krusial mengenai ruang lingkup penggunaan gawai dan internet secara bijak bagi anak menjadi topik utama.

‎​Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Manado, Peter Bart Assa, memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah dalam memitigasi dampak negatif teknologi pada siswa.

‎Acara ini dipandu oleh moderator Felix Panelewen.

‎​Bart Assa menegaskan bahwa keinginan utama pemerintah adalah mengembalikan fokus anak pada proses belajar mengajar serta mendorong interaksi sosial secara nyata di lingkungan sekolah.

‎​“Kami ingin anak-anak terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan. Fokusnya adalah kembali belajar dan bersosialisasi secara sehat,” ujar Assa.

‎Dijelaskan Bart Assa, ​Infrastruktur pendukung adalah Loker Siswa dan Pengawasan CCTV.

‎"​Penerapan larangan penggunaan gawai di lingkungan sekolah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan dibarengi dengan kesiapan fasilitas," terang Assa.

‎Lebih lanjut, Bart Assa mengatakan pula, setiap sekolah diwajibkan menyediakan loker khusus sebagai tempat penyimpanan gawai siswa selama jam pelajaran berlangsung.

‎"Nantinya ada ​pengawasan digital, akan melakukan pemasangan CCTV di setiap sekolah guna memantau jalannya aturan dan memastikan disiplin tetap terjaga," ucap Assa.

‎​Peran Guru dan Kreativitas Mengajar
‎​Selain faktor infrastruktur, Kadisdikbud menekankan bahwa keberhasilan aturan ini sangat bergantung pada kualitas pengajaran di kelas. Para tenaga pendidik untuk lebih inovatif agar siswa tidak merasa jenuh dan beralih ke gawai.

‎"​Keterampilan guru dalam mengajar berbanding lurus dengan minat siswa di kelas. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang interaktif.
‎​Dinas Pendidikan menaruh kepercayaan besar kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru sebagai garda terdepan dalam menerapkan aturan ini secara konsisten," harap Kadis Bart.

‎*MidOn*

Rabu, 15 April 2026

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memacu daya saing produk lokal di era digital.


‎Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produk IKM/UMKM melalui Teknologi Digital Platform Mapalus, yang dilaksanakan di Hotel Grand Puri, Kamis (16/04/2026).


‎​Acara yang berfokus pada promosi, pemasaran, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang.


‎Dalam sambutannya, Wakil Walikota Manado, Richard Sualang, menekankan bahwa keberhasilan platform ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, warga bukan hanya menjadi penonton atau objek, melainkan subjek utama yang menggerakkan ekosistem digital ini.


‎​"Seluruh program Pemerintah Kota Manado ditujukan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bapak dan Ibu sekalian adalah objek sekaligus subjek dari program ini," ujar Wawali di hadapan para peserta sosialisasi.


‎Wawali juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-SKPD. Ia mengapresiasi kehadiran jajaran kepala dinas yang menunjukkan bahwa digitalisasi adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas satu instansi saja.

‎​

‎Richard Sualang memperingatkan bahwa tanpa inovasi berbasis digital, baik pemerintah maupun pelaku IKM dan UMKM akan tertinggal di era kompetisi global. Mapalus Mart sendiri merupakan bentuk transformasi dan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya (Pasar Manado) dengan fitur yang lebih mumpuni.


‎​"Kalau kita tidak melahirkan inovasi berbasis digital, kita pasti akan ketinggalan, dan itu akan sangat merugikan kita semua. Platform ini adalah jalan kita menuju kemajuan," pungkasnya.


‎Turut hadir, Asisten II Pemkot Manado, Ato Bulo, Kaban BKPSDM, Otniel Tewal dan SKPD Lainnya.

‎*MidOn*


‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Momentum sakral mewarnai pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026, bertempat di

‎Aula Patmos SA Langowan, Rabu (15/04/2026).

‎Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut secara resmi melantik dan menetapkan 46 Pendeta Muda (Pdm) yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

‎​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di pusat pelaksanaan Mukerda, dihadiri oleh jajaran fungsionaris Majelis Daerah, para hamba Tuhan, serta keluarga pendamping para terlantik.

‎​Dalam sambutannya, Ketua MD GPdI Sulut menekankan bahwa peningkatan status kependetaan ini bukan sekadar gelar administratif, melainkan tanggung jawab spiritual yang lebih besar.

‎Beliau mengingatkan para Pendeta Muda yang baru dilantik untuk tetap setia pada doktrin firman Tuhan dan memperluas jangkauan pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

‎​"Menjadi Pendeta Muda berarti siap menjadi teladan yang lebih nyata. Ladang pelayanan menanti dedikasi, integritas, dan kerendahan hati saudara-saudara sekalian," ujar Ketua MD di hadapan para peserta Mukerda.

‎​Agenda Strategis Mukerda 2026
‎​Pelantikan 46 Pendeta Muda ini menjadi salah satu agenda penting dalam Mukerda 2026 yang bertujuan untuk
‎​regenerasi kepemimpinan,
‎​penguatan organisasi dan
‎​peningkatan kompetensi untuk membekali para hamba Tuhan dengan pemahaman organisasi dan teologi yang mendalam.

‎​Ke-46 Pendeta Muda ini diharapkan dapat langsung terjun dan bersinergi dengan gembala-gembala di wilayah masing-masing untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Sulawesi Utara.

‎Acara diakhiri dengan doa penumpangan tangan dan pemberian surat keputusan (SK) sebagai tanda legalitas formal dalam organisasi GPdI.

‎​Dengan bertambahnya tenaga pelayan ini, GPdI Sulawesi Utara optimis dapat terus menjadi garam dan terang, serta membawa dampak positif bagi pembangunan iman masyarakat di Bumi Nyiur Melambai. 

*MidOn*


Selasa, 14 April 2026

‎Majelis Pusat GPdI Pimpin Ibadah Pembukaan Mukerda Sulawesi Utara di Langowan  ‎

‎Majelis Pusat GPdI Pimpin Ibadah Pembukaan Mukerda Sulawesi Utara di Langowan ‎

‎​


LANGOWAN, CARIKABAR.ID
– Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026 resmi dimulai dengan suasana spiritual yang kental.


‎Bertempat di Sekolah Alkitab Langowan (SAL), Selasa (14/04/2026), agenda besar tahunan ini diawali dengan ibadah agung yang khidmat.


‎​Ibadah Berlangsung Khidmat

‎Ibadah pembukaan ini dipimpin langsung oleh Utusan Majelis Pusat (MP) GPdI.


‎Dalam khotbahnya, utusan Majelis Pusat  menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dan integritas pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


‎​"Sebagai hamba Tuhan, tugas utama kita bukan sekadar menjalankan organisasi, melainkan memastikan Api Roh Kudus tetap menyala di dalam hati dan pelayanan kita," harap Pdt Sumarauw.


‎Pesan firman Tuhan yang disampaikan menjadi penguat bagi seluruh peserta Mukerda agar mengedepankan kepentingan pekerjaan Tuhan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.


‎​"Momentum Mukerda ini harus menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi hati untuk membawa GPdI Sulawesi Utara semakin berdampak," ujar Pdt Wempie Kumendong, perwakilan Majelis Pusat dalam arahannya di hadapan ratusan hamba Tuhan.


‎Gubernur Sulawesi Utara Yulius Stevanus (YSK) diwakili Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Utara,Novita Lumintang dalam sambutannya mengatakan, Ibadah ini juga menjadi saksi sinergitas antara gereja dan pemerintah, di mana Pemerintah Sulawesi Utara hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi setelah prosesi ibadah selesa.


‎Setelah ibadah usai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda persidangan yang berfokus pada evaluasi program kerja tahun sebelumnya serta penetapan target-target pelayanan untuk depan.


‎​Mukerda ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan administratif, tetapi juga memicu semangat penginjilan yang lebih kuat di seluruh pelosok Sulawesi Utara.


‎Diketahui, Mukerda berlansung dari 14-15 April 2026, diikuti oleh 500 peserta, terdiri dari utusan Pengurus dari 128 Wilayah yang ada di Kabupaten Kota se-Sulawesi Utara, Pengurus Komisi Daerah, Utusan DARI, STA, STT, Panti Asuhan/Jompo serta Yayasan Pendidikan lainnya di bawah naungan GPdI.


‎Sementara itu, Ketua Panitia Mukerda, Pdt Rein Wotulo dalam laporan kegiatan, menyampaikan apresiasi kehadiran dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa, Kecamatan dan Desa Raranon.


‎"Kegiatan ini juga dapat digelar berkat dukungan penuh Ketua MD GPdI Sulut dan jajarannya. Kami berharap seluruh perserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai," ungkap Pdt Rein.


‎Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Kristen di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Pdt Meidi Tasik, Para staf ahli Gubernur Sulawesi Utara, Forkopimda Kabupaten Minahasa, Jajaran pengurus MD GPdI Sulawesi Utara dan undangan lainnya.


‎*MidOn*



Senin, 13 April 2026

‎Pererat Persekutuan, Pelwap GPdI Papua Gelar Sarasehan dan Wisata Rohani di Manado Sulawesi Utara  ‎

‎Pererat Persekutuan, Pelwap GPdI Papua Gelar Sarasehan dan Wisata Rohani di Manado Sulawesi Utara ‎

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Ratusan kaum wanita yang tergabung dalam Komisi Daerah Pelayanan Wanita Pantekosta (KD Pelwap) GPdI Papua dan Papua Nugini melaksanakan kegiatan Sarasehan dan Wisata Rohani di Sulawesi Utara.



Kegiatan yang dipusatkan di GPdI Elshadday Sario Manado ini dibuka langsung oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Awuy-Lantu. Dalam sambutannya, Pdt. Yvonne menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh pengurus dan anggota KD Pelwap Papua yang telah memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis ini.


‎​"Kiranya melalui sarasehan ini, para wanita Pantekosta semakin dikuatkan dalam pelayanan, serta membangun sinergitas yang kokoh untuk kemuliaan nama Tuhan," ujar Pdt Yvonne.


‎​


Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa pemilihan Sulawesi Utara, khususnya Manado sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Selain dikenal sebagai salah satu basis kuat GPdI di Indonesia, Manado dianggap memiliki atmosfer rohani yang tepat untuk menyegarkan kembali semangat pelayanan para ibu-ibu (Pelwap) dari tanah Papua.


‎​"Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah momentum 'recharging' atau pengisian kembali semangat rohani. Kami berharap sekembalinya dari Manado, ibu-ibu Pelwap membawa api pantekosta yang baru untuk menyalakan pelayanan di jemaat masing-masing di seluruh pelosok Papua," ujar Pdt Timotius Dawir.


‎​Wisata Rohani dan Kebersamaan

‎​Selain agenda formal di GPdI Elshadday Sario, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke beberapa titik bersejarah dan pusat pertumbuhan gereja di Sulawesi Utara.


‎Wisata rohani ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota Pelwap, mengingat tantangan pelayanan di Papua yang secara geografis cukup berat.


‎​Pdt Timotius Dawir juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tuan rumah, GPdI Elshadday Sario dan MD GPdI Sulawesi Utara, atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi dari Papua.


‎"Kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kesatuan hati dalam pelayanan dapat melampaui jarak geografis yang jauh antara Papua dan Sulawesi Utara," terang Pdt Timotius.


‎Sementara itu, Ketua KD Pelwap GPdI Papua, Pdt Anneke Dawir-Regar menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan KD Pelwap Papua di Lima Zona provinsi Papua, namun tahun 2026 di Luar daerah, khusus Sulawesi Utara.


‎"Acara ini telah dirancang sejak tahun 2025, dan atas persetujuan seluruh unsur pimpinan melalui unsulan para anggota dan pengurud beberapa Zona, sehingga disetujui acara sarasehan dan wisata rohani ini di gelar di Sulawesi Utara, kususnya di Kota Manado," ungkap Pdt Anneke.


‎Pdt Anneke Dawir-Regar juga menambahkan, kegiatan yang mengusung tema "Datanglah Kerajaan Mu, Jadilah Kehendak Mu" bertujuan untuk mampu memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pelayan wanita (Ibu-ibu Gembala dan anggota Pelwap) agar kembali ke Papua dengan semangat baru.


‎"Nantinya sekembalinya para peserta sarasehan dan wisata rohani, menambah spirit dalam melayani pekerjaan Tuhan. Kami berharap tema besar momentum ini, Pelwap dari tanah Papua dapat melaksanakan firman Tuhan dengan setia, banyak berserah dan berdoa kepada Tuhan sertaampuh mengambil langkah positif dalam tugas pelayanan," kunci Pdt Anneke.


‎*MidOn*

Sabtu, 11 April 2026

‎Bangkitkan Semangat Hidup Sehat, Richard Sualang Canangkan Hari Berolahraga di Kota Manado  ‎

‎Bangkitkan Semangat Hidup Sehat, Richard Sualang Canangkan Hari Berolahraga di Kota Manado ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Manado, dr. Richard Sualang, secara resmi membuka kegiatan Pencanangan Hari Berolahraga yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis pada Sabtu (11/04/2026).


‎​


Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara KONI Manado, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta RSUD Kota Manado ini dipusatkan di halaman Sekretariat KONI Kota Manado, kawasan Megamas.


‎​Dalam arahannya, dr. Richard Sualang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan agenda ini. Menurutnya, sinergi antara pembina olahraga dan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk membangun fondasi masyarakat yang kuat.


‎​"Kami menyampaikan terima kasih untuk semua yang sudah terlibat. Ini adalah langkah nyata kita dalam memperhatikan kebugaran sekaligus kesehatan masyarakat," ujar Sualang.


‎​Sualang, yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Manado, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pencanangan ini adalah untuk membangkitkan kembali gairah berolaraga, Megamas telah lama menjadi pusat aktivitas olahraga mandiri bagi warga Manado.


‎​“Kita semua adalah komunitas olahraga, termasuk para pembina dan pelatih. Saya pikir sangat baik jika ada satu hari yang memang dikhususkan untuk berolahraga bersama. Apalagi kantor dinas dan sekretariat kita ada di sini, jadi segala hal berkaitan dengan olahraga bisa dipusatkan di kawasan ini,” tambah Sualang.


‎Sebelumnya, Sekretaris KONI Manado Jefri Talumepa mengatakan, selain pencanangan hari berolahraga, pemeriksaan kesehatan gtatis ini dilaksanakan, ketika melihat bahwa antusias warga Kota Manado berolahraga setiap hari Sabtu di Kawasan Megamas, Mantos dan Bahi Mall


‎“Melihat fenomena tersebut maka kami bersama Kadis Pemuda dan olahraga, Kepala RSUD untik mencanangkan suatu program yaiti hari olahraga dan pemeriksaan kesehatan gratis yang rencananya akan dilaksanakan setiap Minggu,” kata Talumepa.


‎Nampak hadir Dirut RSUD Kota Manado dr Hezky Lintang, Kadis Pemuda dan Olahraga Bonyx Saweho, Kadis Kesehatan Boby Kereh,  Kakak BPBD Kota Manado Donald Sambuaga, Kadis Perhubungan Jerfry Worang Ketua APM Steven Rondonuwu SH serta undangan lainnya.


‎*MidOn*

Jumat, 10 April 2026

‎Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Rusunawa Paniki Dua, Perkuat Sinergi Perumahan di Kota Manado

‎Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Rusunawa Paniki Dua, Perkuat Sinergi Perumahan di Kota Manado


MANADO, CARIKABAR. ID
– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kota Manado pada Jumat (10/04/2026).


‎Dalam agenda ini, Menteri Maruarar meninjau langsung kondisi dan fasilitas Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Paniki Dua.


‎​Kedatangan Menteri PKP disambut hangat oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Walikota Manado, serta Wakil Walikota Manado.


‎Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memastikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Sulawesi Utara.


‎​Menteri Maruarar memeriksa infrastruktur fisik bangunan untuk memastikan standar keamanan dan kenyamanan bagi para penghuni, penekanan pada kolaborasi antara Kementerian PKP dengan Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kota Manado dalam pengelolaan aset.


‎​"Kita ingin memastikan bahwa negara hadir dalam menyediakan hunian yang manusiawi dan terjangkau. Kerja sama dengan Pak Wagub dan Pak Walikota sangat krusial agar pemeliharaan rusun ini berkelanjutan," ujar Maruarar di sela-sela peninjauan.


‎​Wakil Gubernur Sulut bersama Walikota Manado menyatakan apresiasinya atas perhatian besar kementerian terhadap penataan kawasan permukiman di Manado.


‎Pihak Pemkot Manado berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas penunjang di sekitar kawasan Paniki Dua demi mendukung aktivitas ekonomi para penghuni.


‎​Kunjungan yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan dialog singkat bersama beberapa perwakilan warga rusun untuk menyerap aspirasi terkait pelayanan dan fasilitas publik di kawasan tersebut.


‎*MidOn*