MANADO, CARIKABAR.ID – Ratusan kaum wanita yang tergabung dalam Komisi Daerah Pelayanan Wanita Pantekosta (KD Pelwap) GPdI Papua dan Papua Nugini melaksanakan kegiatan Sarasehan dan Wisata Rohani di Sulawesi Utara.
Kegiatan yang dipusatkan di GPdI Elshadday Sario Manado ini dibuka langsung oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Awuy-Lantu. Dalam sambutannya, Pdt. Yvonne menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh pengurus dan anggota KD Pelwap Papua yang telah memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis ini.
"Kiranya melalui sarasehan ini, para wanita Pantekosta semakin dikuatkan dalam pelayanan, serta membangun sinergitas yang kokoh untuk kemuliaan nama Tuhan," ujar Pdt Yvonne.
Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa pemilihan Sulawesi Utara, khususnya Manado sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Selain dikenal sebagai salah satu basis kuat GPdI di Indonesia, Manado dianggap memiliki atmosfer rohani yang tepat untuk menyegarkan kembali semangat pelayanan para ibu-ibu (Pelwap) dari tanah Papua.
"Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah momentum 'recharging' atau pengisian kembali semangat rohani. Kami berharap sekembalinya dari Manado, ibu-ibu Pelwap membawa api pantekosta yang baru untuk menyalakan pelayanan di jemaat masing-masing di seluruh pelosok Papua," ujar Pdt Timotius Dawir.
Wisata Rohani dan Kebersamaan
Selain agenda formal di GPdI Elshadday Sario, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke beberapa titik bersejarah dan pusat pertumbuhan gereja di Sulawesi Utara.
Wisata rohani ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota Pelwap, mengingat tantangan pelayanan di Papua yang secara geografis cukup berat.
Pdt Timotius Dawir juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tuan rumah, GPdI Elshadday Sario dan MD GPdI Sulawesi Utara, atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi dari Papua.
"Kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kesatuan hati dalam pelayanan dapat melampaui jarak geografis yang jauh antara Papua dan Sulawesi Utara," terang Pdt Timotius.
Sementara itu, Ketua KD Pelwap GPdI Papua, Pdt Anneke Dawir-Regar menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan KD Pelwap Papua di Lima Zona provinsi Papua, namun tahun 2026 di Luar daerah, khusus Sulawesi Utara.
"Acara ini telah dirancang sejak tahun 2025, dan atas persetujuan seluruh unsur pimpinan melalui unsulan para anggota dan pengurud beberapa Zona, sehingga disetujui acara sarasehan dan wisata rohani ini di gelar di Sulawesi Utara, kususnya di Kota Manado," ungkap Pdt Anneke.
Pdt Anneke Dawir-Regar juga menambahkan, kegiatan yang mengusung tema "Datanglah Kerajaan Mu, Jadilah Kehendak Mu" bertujuan untuk mampu memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pelayan wanita (Ibu-ibu Gembala dan anggota Pelwap) agar kembali ke Papua dengan semangat baru.
"Nantinya sekembalinya para peserta sarasehan dan wisata rohani, menambah spirit dalam melayani pekerjaan Tuhan. Kami berharap tema besar momentum ini, Pelwap dari tanah Papua dapat melaksanakan firman Tuhan dengan setia, banyak berserah dan berdoa kepada Tuhan sertaampuh mengambil langkah positif dalam tugas pelayanan," kunci Pdt Anneke.
*MidOn*













