MANADO, CARIKABAR. ID – Semangat kegerakan rohani di Sulawesi Utara (Sulut) kian diperkuat dengan kehadiran Benteng Mahanaim Nusantara (BMN).
Membawa visi besar untuk menjadi wadah transformasi spiritual, BMN menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung ke tengah masyarakat demi menjangkau jiwa bagi Tuhan.
Kehadiran organisasi ini bukan sekadar menambah daftar lembaga keagamaan, melainkan sebagai bentuk dedikasi nyata dalam memperluas Kerajaan Allah di Bumi Nyiur Melambai.
Visi Menjangkau yang Tak Terjangkau
Dalam pernyataan resminya, perwakilan BMN menekankan bahwa fokus utama pergerakan ini adalah pelayanan yang inklusif dan militan.
Ketua Umum BMN, Pdm Drs Meiki Onibala, S. Th,M.Si mengatakan, kehadiran Organisasi sosial keagamaan ini, untuk memberikan pendampingan, penguatan iman, serta misi sosial yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
"Kami hadir dengan hati yang rindu untuk melihat jiwa-jiwa dimenangkan. Sulawesi Utara adalah ladang yang siap dituai, dan Benteng Mahanaim Nusantara ingin menjadi bagian dari penuai-penuai tersebut," ujar Onibala yang juga menjabat Ketua KD Pelprip Sulut dan KP Pelprip.
Dikatakan Onibala, sinergi dan afiliasi dengan GPdI Sulut, sebagai langkah strategis dalam memperkuat struktur dan dampak pelayanan, BMN menyatakan komitmennya untuk berafiliasi dengan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara.
"Langkah afiliasi ini dipandang sebagai bentuk ketaatan terhadap tatanan gerejawi dan keinginan untuk bergerak dalam satu komando kegerakan Pantekosta yang kuat di bawah naungan MD GPdI Sulut," ucap Onibala yang juga sebagai anggota Pelayanan di GPdI Samrat 38 Manado.
Sementara itu, Pdp Jersi Lumantow, M. Th, menekankan, sinergi ini diharapkan dapat mempercepat perluasan penginjilan di wilayah pelosok. Memperkuat pembinaan jemaat melalui doktrin yang sehat.
Membangun kolaborasi program sosial-keagamaan yang lebih berdampak,
Menuju Indonesia yang Diberkati.
"BMN di Sulut menjadi sinyal positif bagi perkembangan gereja di daerah tersebut. Dengan semangat kebersamaan dan api pelayanan yang menyala, BMN siap berjalan beriringan dengan elemen gereja lainnya untuk memastikan setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan," harap Pdp Jersi.
Diketahuinya, Benteng Mahanaim Nusantara (BMN) telah memiliki legalitas hukum dari Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia, sejak tahun 2023. Kehadiran di Sulawesi Utara juga telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara.
*MidOn*
















