Ad 728x90

Jumat, 24 April 2026

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala:  Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung

Yayasan KAIROS PELITA HATI Gelar KKR MUJIZAT KESEMBUHAN di Lapangan Tikala: Jawab Panggilan "KAIROS" dan Amanat Agung


MANADO, CARIKABAR. ID – Yayasan Kairos Pelita Hati melalui unit pelayanannya, Suara Kabar Baik Tinavel (SKB Tinavel), secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertajuk "Mujizat Kesembuhan".


‎Acara besar ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026, bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Manado.


‎​Pembina Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Ir Eliasar Lekitonu, M.Th, M.Pdk, MM, dalam keterangannya kepada konfrensi pers di Hotel Luwansa Manado, Jumat (24/04/2026), menyampaikan apresiasi atas kehadiran pers dalam mendukung penyebaran kabar baik ini.


‎Eliasar memaparkan bahwa pendirian yayasan dan pelaksanaan KKR ini berakar kuat pada pemahaman mendalam tentang konsep "Kairos".


‎​"Kairos bukan sekadar waktu yang berjalan di jam kita, melainkan waktu Tuhan, sebuah momen ilahi yang tepat, berkualitas, dan penuh makna," ujarnya.


‎Dia juga menjelaskan bahwa Kairos adalah kesempatan istimewa di mana Tuhan campur tangan untuk membawa keselamatan, kemurahan, dan perubahan mendasar, yang membutuhkan respons iman serta intervensi Roh Kudus yang dunamis.


‎​Merujuk pada Markus 1:15 dan Matius 28:18-20, Pdm. Eliasar menegaskan bahwa pembentukan Yayasan Kairos Pelita Hati merupakan wujud nyata dari ketaatan terhadap Amanat Agung untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus.

‎​Mengusung tema "Waktu-Nya Sudah Dekat" (Wahyu 1:3), KKR ini menjadi puncak dari rangkaian pelayanan yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai gereja lokal dan wilayah Amurang, Minsel.


‎Sementara itu, Ketua Yayasan Yayasan Kairos Pelita Hati, Pdm Deiby Betsy Najoan, S.Pd mengatakan fokus utama yayasan di bidang pendidikan sekuler dan teologi.


‎"Jadi, pihak yayasan konsen dengan dunia pendidikan mendirikan, mulai dari PAUD, TK, SD SMP dan SMA/SMK, namun tetap fokus untuk pembinaan rohani kristen, seperti kegiatan Reat-reat dan KKR," sebutnya. 


‎Panitia penyelenggara menghadirkan hamba-hamba Tuhan yang memiliki kesaksian hidup luar biasa, ​Senin, 27-28 April, dilayani oleh Ps Risuli Lubis, inisiator konsep "Gereja Alam Tanpa Tembok" dia dikenal dengan pesan "Hidup adalah Surat Terbuka" setelah mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus yang mengubah hidupnya secara radikal.


‎​Rabu, 29 April, dilayani oleh Ps Debby Basjir, pengkhotbah yang sangat menekankan pentingnya pertobatan sejati, akan membagikan kesaksian bagaimana kuasa Tuhan membatalkan niatnya mengakhiri hidup hingga rela berkorban demi melayani Kristus.


‎​Kamis, 30 April (Malam Penutup), dilayani oleh Ps Frangki Rewah, seorang guru teologi dengan karunia penginjilan yang luas, nantinya akan membawa jemaat memahami bahwa mujizat terjadi ketika manusia berhenti mengandalkan kekuatan diri dan mulai memandang Yesus dengan iman murni.


‎Ketua Panitia Pdm Ronald Pelealu, ST, S.Th​, menjelaskan, Ibadah agung ini juga akan dipandu oleh para Worship Leader ternama, di antaranya Ps Glady  Tuwoh, Ps Vriego Soplely, Ps Harly CH Wuysang, dan Ev Jason Irwan.


‎​"Target utama dari KKR ini adalah terjadinya pertobatan massal dan kesembuhan fisik bagi masyarakat Manado. Kami merindukan adanya transformasi hidup secara pribadi, membangkitkan semangat penginjilan yang lebih luas, serta memperkuat solidaritas dalam satu tubuh Kristus," sebut Pdm Ronald.


‎Pdm Ronald juga menekankan​, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari sejumlah Sinode gereja, menunjukkan semangat kesatuan gereja-gereja di Sulawesi Utara dalam melaksanakan tugas amanat suci.


‎"Panitia mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menjemput mujizat di Lapangan Sparta Tikala," harap Pdm Ronald.


‎Diketahui, acara ini mendapat dukungan dari beberapa atas gereja di Sulawesi Utara, diantaranya, Pdt Honny Supit Sirapanji, (GBI Menora), Pdt dr Lenny Matoke ( Bethany Manado), Pdt Abraham Yuwono (IFGF/GISI Manado) , Gbl Frangkie Londah (Pucuk Pimpinan KGPM), Pdt Hanny Pantouw (Ketua Sinode GBI Sulut), Unsur BPJS GMIM, Pdt Yvonne Awuy-Lantu (Ketua MD GPdI Sulut).


‎*MidOn*

Senin, 20 April 2026

‎Perkuat Kinerja Birokrasi, Sejumlah Pejabat Pemkot Manado Resmi Dilantik  ‎

‎Perkuat Kinerja Birokrasi, Sejumlah Pejabat Pemkot Manado Resmi Dilantik ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
– Pemerintah Kota Manado kembali melakukan penyegaran struktur organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.


‎Pada hari ini, Senin (20/04/2026), telah dilaksanakan upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan bagi Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Manado.


‎​Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado dan dihadiri oleh jajaran pimpinan perangkat daerah serta saksi rohaniawan.

‎​

‎​Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Walikota Manado, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah janji jabatan yang dipimpin langsung oleh pejabat yang berwenang.


‎Para pejabat yang dilantik menyatakan komitmennya untuk setia kepada Pancasila, UUD 1945, serta menjalankan tugas jabatan dengan penuh integritas.


‎Wakil Walikotaanado, dr Richard Sualang, dalam sambutannya mengatakan, sebagian besar pejabat yang dilantik merupakan aparatur yang telah berpengalaman sehingga diharapkan mampu membawa kemajuan bagi Kota Manado melalui kerja nyata dan dedikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.


‎“Ini juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas pengabdian dan kinerja aparatur yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dalam melayani masyarakat,” sebut Sualang.


‎Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan dan sesi foto bersama dengan tetap menjaga ketertiban. Dengan dilantiknya para pejabat administrator, pengawas, dan fungsional ini, diharapkan roda pemerintahan di lingkup Pemkot Manado dapat bergerak lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Ini daftar nama-nama pejabat yang di lantik;



*MidOn*

Kamis, 16 April 2026

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea

‎Kadisdikbud Manado Tekankan Batasan Penggunaan Gawai di Sekolah Melalui Program Tabea


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda.


‎Dalam bincang-bincang Talk Show Tabea Manado yang digelar di Kantor Pemkot Manado, Kamis (16/04/2026), isu krusial mengenai ruang lingkup penggunaan gawai dan internet secara bijak bagi anak menjadi topik utama.

‎​Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Manado, Peter Bart Assa, memaparkan langkah-langkah strategis pemerintah dalam memitigasi dampak negatif teknologi pada siswa.

‎Acara ini dipandu oleh moderator Felix Panelewen.

‎​Bart Assa menegaskan bahwa keinginan utama pemerintah adalah mengembalikan fokus anak pada proses belajar mengajar serta mendorong interaksi sosial secara nyata di lingkungan sekolah.

‎​“Kami ingin anak-anak terhindar dari dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan. Fokusnya adalah kembali belajar dan bersosialisasi secara sehat,” ujar Assa.

‎Dijelaskan Bart Assa, ​Infrastruktur pendukung adalah Loker Siswa dan Pengawasan CCTV.

‎"​Penerapan larangan penggunaan gawai di lingkungan sekolah tidak dilakukan secara sepihak, melainkan dibarengi dengan kesiapan fasilitas," terang Assa.

‎Lebih lanjut, Bart Assa mengatakan pula, setiap sekolah diwajibkan menyediakan loker khusus sebagai tempat penyimpanan gawai siswa selama jam pelajaran berlangsung.

‎"Nantinya ada ​pengawasan digital, akan melakukan pemasangan CCTV di setiap sekolah guna memantau jalannya aturan dan memastikan disiplin tetap terjaga," ucap Assa.

‎​Peran Guru dan Kreativitas Mengajar
‎​Selain faktor infrastruktur, Kadisdikbud menekankan bahwa keberhasilan aturan ini sangat bergantung pada kualitas pengajaran di kelas. Para tenaga pendidik untuk lebih inovatif agar siswa tidak merasa jenuh dan beralih ke gawai.

‎"​Keterampilan guru dalam mengajar berbanding lurus dengan minat siswa di kelas. Guru dituntut menciptakan suasana belajar yang interaktif.
‎​Dinas Pendidikan menaruh kepercayaan besar kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru sebagai garda terdepan dalam menerapkan aturan ini secara konsisten," harap Kadis Bart.

‎*MidOn*

Rabu, 15 April 2026

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'

‎Digitalisasi IKM/UMKM, Pemkot Manado Luncurkan Sosialisasi Platform 'Mapalus Mart'


MANADO, CARIKABAR.ID
– Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memacu daya saing produk lokal di era digital.


‎Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produk IKM/UMKM melalui Teknologi Digital Platform Mapalus, yang dilaksanakan di Hotel Grand Puri, Kamis (16/04/2026).


‎​Acara yang berfokus pada promosi, pemasaran, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang.


‎Dalam sambutannya, Wakil Walikota Manado, Richard Sualang, menekankan bahwa keberhasilan platform ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, warga bukan hanya menjadi penonton atau objek, melainkan subjek utama yang menggerakkan ekosistem digital ini.


‎​"Seluruh program Pemerintah Kota Manado ditujukan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Bapak dan Ibu sekalian adalah objek sekaligus subjek dari program ini," ujar Wawali di hadapan para peserta sosialisasi.


‎Wawali juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar-SKPD. Ia mengapresiasi kehadiran jajaran kepala dinas yang menunjukkan bahwa digitalisasi adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas satu instansi saja.

‎​

‎Richard Sualang memperingatkan bahwa tanpa inovasi berbasis digital, baik pemerintah maupun pelaku IKM dan UMKM akan tertinggal di era kompetisi global. Mapalus Mart sendiri merupakan bentuk transformasi dan penyempurnaan dari aplikasi sebelumnya (Pasar Manado) dengan fitur yang lebih mumpuni.


‎​"Kalau kita tidak melahirkan inovasi berbasis digital, kita pasti akan ketinggalan, dan itu akan sangat merugikan kita semua. Platform ini adalah jalan kita menuju kemajuan," pungkasnya.


‎Turut hadir, Asisten II Pemkot Manado, Ato Bulo, Kaban BKPSDM, Otniel Tewal dan SKPD Lainnya.

‎*MidOn*


‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎Ketua MD GPdI Sulut Lantik dan Tetapkan 46 Pendeta Muda di Mukerda 2026

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Momentum sakral mewarnai pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026, bertempat di

‎Aula Patmos SA Langowan, Rabu (15/04/2026).

‎Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulut secara resmi melantik dan menetapkan 46 Pendeta Muda (Pdm) yang berasal dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

‎​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di pusat pelaksanaan Mukerda, dihadiri oleh jajaran fungsionaris Majelis Daerah, para hamba Tuhan, serta keluarga pendamping para terlantik.

‎​Dalam sambutannya, Ketua MD GPdI Sulut menekankan bahwa peningkatan status kependetaan ini bukan sekadar gelar administratif, melainkan tanggung jawab spiritual yang lebih besar.

‎Beliau mengingatkan para Pendeta Muda yang baru dilantik untuk tetap setia pada doktrin firman Tuhan dan memperluas jangkauan pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

‎​"Menjadi Pendeta Muda berarti siap menjadi teladan yang lebih nyata. Ladang pelayanan menanti dedikasi, integritas, dan kerendahan hati saudara-saudara sekalian," ujar Ketua MD di hadapan para peserta Mukerda.

‎​Agenda Strategis Mukerda 2026
‎​Pelantikan 46 Pendeta Muda ini menjadi salah satu agenda penting dalam Mukerda 2026 yang bertujuan untuk
‎​regenerasi kepemimpinan,
‎​penguatan organisasi dan
‎​peningkatan kompetensi untuk membekali para hamba Tuhan dengan pemahaman organisasi dan teologi yang mendalam.

‎​Ke-46 Pendeta Muda ini diharapkan dapat langsung terjun dan bersinergi dengan gembala-gembala di wilayah masing-masing untuk memajukan pekerjaan Tuhan di Sulawesi Utara.

‎Acara diakhiri dengan doa penumpangan tangan dan pemberian surat keputusan (SK) sebagai tanda legalitas formal dalam organisasi GPdI.

‎​Dengan bertambahnya tenaga pelayan ini, GPdI Sulawesi Utara optimis dapat terus menjadi garam dan terang, serta membawa dampak positif bagi pembangunan iman masyarakat di Bumi Nyiur Melambai. 

*MidOn*


Selasa, 14 April 2026

‎Majelis Pusat GPdI Pimpin Ibadah Pembukaan Mukerda Sulawesi Utara di Langowan  ‎

‎Majelis Pusat GPdI Pimpin Ibadah Pembukaan Mukerda Sulawesi Utara di Langowan ‎

‎​


LANGOWAN, CARIKABAR.ID
– Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Utara tahun 2026 resmi dimulai dengan suasana spiritual yang kental.


‎Bertempat di Sekolah Alkitab Langowan (SAL), Selasa (14/04/2026), agenda besar tahunan ini diawali dengan ibadah agung yang khidmat.


‎​Ibadah Berlangsung Khidmat

‎Ibadah pembukaan ini dipimpin langsung oleh Utusan Majelis Pusat (MP) GPdI.


‎Dalam khotbahnya, utusan Majelis Pusat  menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi dan integritas pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


‎​"Sebagai hamba Tuhan, tugas utama kita bukan sekadar menjalankan organisasi, melainkan memastikan Api Roh Kudus tetap menyala di dalam hati dan pelayanan kita," harap Pdt Sumarauw.


‎Pesan firman Tuhan yang disampaikan menjadi penguat bagi seluruh peserta Mukerda agar mengedepankan kepentingan pekerjaan Tuhan di atas kepentingan pribadi atau kelompok.


‎​"Momentum Mukerda ini harus menjadi ajang refleksi sekaligus konsolidasi hati untuk membawa GPdI Sulawesi Utara semakin berdampak," ujar Pdt Wempie Kumendong, perwakilan Majelis Pusat dalam arahannya di hadapan ratusan hamba Tuhan.


‎Gubernur Sulawesi Utara Yulius Stevanus (YSK) diwakili Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Utara,Novita Lumintang dalam sambutannya mengatakan, Ibadah ini juga menjadi saksi sinergitas antara gereja dan pemerintah, di mana Pemerintah Sulawesi Utara hadir langsung untuk membuka kegiatan secara resmi setelah prosesi ibadah selesa.


‎Setelah ibadah usai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda persidangan yang berfokus pada evaluasi program kerja tahun sebelumnya serta penetapan target-target pelayanan untuk depan.


‎​Mukerda ini diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan-keputusan administratif, tetapi juga memicu semangat penginjilan yang lebih kuat di seluruh pelosok Sulawesi Utara.


‎Diketahui, Mukerda berlansung dari 14-15 April 2026, diikuti oleh 500 peserta, terdiri dari utusan Pengurus dari 128 Wilayah yang ada di Kabupaten Kota se-Sulawesi Utara, Pengurus Komisi Daerah, Utusan DARI, STA, STT, Panti Asuhan/Jompo serta Yayasan Pendidikan lainnya di bawah naungan GPdI.


‎Sementara itu, Ketua Panitia Mukerda, Pdt Rein Wotulo dalam laporan kegiatan, menyampaikan apresiasi kehadiran dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa, Kecamatan dan Desa Raranon.


‎"Kegiatan ini juga dapat digelar berkat dukungan penuh Ketua MD GPdI Sulut dan jajarannya. Kami berharap seluruh perserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai," ungkap Pdt Rein.


‎Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Kristen di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Pdt Meidi Tasik, Para staf ahli Gubernur Sulawesi Utara, Forkopimda Kabupaten Minahasa, Jajaran pengurus MD GPdI Sulawesi Utara dan undangan lainnya.


‎*MidOn*



Senin, 13 April 2026

‎Pererat Persekutuan, Pelwap GPdI Papua Gelar Sarasehan dan Wisata Rohani di Manado Sulawesi Utara  ‎

‎Pererat Persekutuan, Pelwap GPdI Papua Gelar Sarasehan dan Wisata Rohani di Manado Sulawesi Utara ‎

‎​


MANADO, CARIKABAR.ID
– Ratusan kaum wanita yang tergabung dalam Komisi Daerah Pelayanan Wanita Pantekosta (KD Pelwap) GPdI Papua dan Papua Nugini melaksanakan kegiatan Sarasehan dan Wisata Rohani di Sulawesi Utara.



Kegiatan yang dipusatkan di GPdI Elshadday Sario Manado ini dibuka langsung oleh Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Awuy-Lantu. Dalam sambutannya, Pdt. Yvonne menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh pengurus dan anggota KD Pelwap Papua yang telah memilih Sulawesi Utara sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis ini.


‎​"Kiranya melalui sarasehan ini, para wanita Pantekosta semakin dikuatkan dalam pelayanan, serta membangun sinergitas yang kokoh untuk kemuliaan nama Tuhan," ujar Pdt Yvonne.


‎​


Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Papua, Pdt. Timotius Dawir, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa pemilihan Sulawesi Utara, khususnya Manado sebagai lokasi kegiatan bukanlah tanpa alasan. Selain dikenal sebagai salah satu basis kuat GPdI di Indonesia, Manado dianggap memiliki atmosfer rohani yang tepat untuk menyegarkan kembali semangat pelayanan para ibu-ibu (Pelwap) dari tanah Papua.


‎​"Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah momentum 'recharging' atau pengisian kembali semangat rohani. Kami berharap sekembalinya dari Manado, ibu-ibu Pelwap membawa api pantekosta yang baru untuk menyalakan pelayanan di jemaat masing-masing di seluruh pelosok Papua," ujar Pdt Timotius Dawir.


‎​Wisata Rohani dan Kebersamaan

‎​Selain agenda formal di GPdI Elshadday Sario, para peserta juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke beberapa titik bersejarah dan pusat pertumbuhan gereja di Sulawesi Utara.


‎Wisata rohani ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota Pelwap, mengingat tantangan pelayanan di Papua yang secara geografis cukup berat.


‎​Pdt Timotius Dawir juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tuan rumah, GPdI Elshadday Sario dan MD GPdI Sulawesi Utara, atas sambutan hangat yang diberikan kepada delegasi dari Papua.


‎"Kegiatan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kesatuan hati dalam pelayanan dapat melampaui jarak geografis yang jauh antara Papua dan Sulawesi Utara," terang Pdt Timotius.


‎Sementara itu, Ketua KD Pelwap GPdI Papua, Pdt Anneke Dawir-Regar menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan KD Pelwap Papua di Lima Zona provinsi Papua, namun tahun 2026 di Luar daerah, khusus Sulawesi Utara.


‎"Acara ini telah dirancang sejak tahun 2025, dan atas persetujuan seluruh unsur pimpinan melalui unsulan para anggota dan pengurud beberapa Zona, sehingga disetujui acara sarasehan dan wisata rohani ini di gelar di Sulawesi Utara, kususnya di Kota Manado," ungkap Pdt Anneke.


‎Pdt Anneke Dawir-Regar juga menambahkan, kegiatan yang mengusung tema "Datanglah Kerajaan Mu, Jadilah Kehendak Mu" bertujuan untuk mampu memberikan dampak psikologis yang positif bagi para pelayan wanita (Ibu-ibu Gembala dan anggota Pelwap) agar kembali ke Papua dengan semangat baru.


‎"Nantinya sekembalinya para peserta sarasehan dan wisata rohani, menambah spirit dalam melayani pekerjaan Tuhan. Kami berharap tema besar momentum ini, Pelwap dari tanah Papua dapat melaksanakan firman Tuhan dengan setia, banyak berserah dan berdoa kepada Tuhan sertaampuh mengambil langkah positif dalam tugas pelayanan," kunci Pdt Anneke.


‎*MidOn*