MANADO, CARIKABAR.ID – Panitia Umum Pesta Seni Remaja (PSR) Sinode GMIM 2026 terus bergerak cepat mematangkan seluruh persiapan jelang ibadah pembukaan.
Rangkaian kegiatan tahunan tersebut dijadwalkan resmi dibuka pada Selasa (28/7/2026) mendatang pukul 16.00 WITA di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara.
Sebagai langkah krusial memastikan kelancaran acara, Panitia Umum menggelar asesmen bersama jajaran Polresta Manado pada Selasa (21/7/2026).
Rombongan panitia yang dipimpin oleh Sekretaris Umum Steven Rondonuwu, SH, serta didampingi Wakil Sekretaris Marlon Lontaan dan Waraney Imon, diterima langsung oleh Kabag Ops Polresta Manado Kompol Coustantein Samuri, S.Sos., bersama Kasubag Ops Iptu J. Sihaloho.
Pertemuan strategis tersebut berfokus pada pembahasan aspek vital pelaksanaan kegiatan, mulai dari kesiapan fasilitas kesehatan, skema alur lalu lintas, hingga pola pengamanan selama rangkaian PSR berlangsung.
Kesiapan Medis dan Manajemen Parkir jadi sorotan utama dalam pembahasan tersebut, pihak kepolisian memberikan sejumlah penekanan penting.
Kesiapan layanan kesehatan, Polresta Manado menegaskan wajib hukumnya menyiagakan unit ambulans beserta tim medis lengkap di setiap lokasi kegiatan. Posisi parkir ambulans harus berada di area yang mudah diakses untuk merespons kondisi darurat secara cepat.
Pengaturan Lalu Lintas & Parkir:
Mengingat tingginya mobilitas peserta dan pengunjung, area parkir dinilai sebagai salah satu titik paling rawan kemacetan. Polresta mendorong peran optimal Panji Yosua sebagai tim pengamanan internal.
"Yang paling krusial dalam kegiatan seperti ini adalah parkiran. Karena itu pengamanan Panji Yosua harus dimaksimalkan. Mereka lebih mengetahui titik-titik parkir, sehingga posisinya harus dipastikan benar," tegas Kompol Coustantein.
Kolaborasi pengamanan dan pendekatan humanis untuk menjamin kondusivitas selama gelaran PSR GMIM 2026, skema pengamanan terpadu telah disiapkan.
Satpol PP Sulut, sebanyak 80 personel akan diterjunkan, di mana 30 personel difokuskan pada ibadah pembukaan (28 Juli) dan 50 personel sisanya disebar ke berbagai lokasi perlombaan.
Polresta Manado akan menempatkan 1 hingga 2 personel polisi di setiap venue kegiatan untuk memperkuat koordinasi serta mem-back up tugas Panji Yosua.
Kabag Ops juga berpesan agar seluruh petugas di lapangan mengedepankan pendekatan yang humanis saat menyampaikan penataan aturan kepada para peserta maupun penonton, guna mencegah terjadinya gesekan atau kesalahpahaman.
Setelah menelaah seluruh dokumen dan kelengkapan teknis panitia, Satuan Intelkam Polresta Manado akan meneruskan laporan evaluasi ini ke Polda Sulawesi Utara sebagai dasar penerbitan rekomendasi izin keramaian PSR GMIM 2026.
"Pada dasarnya Polresta Manado siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan keagamaan besar ini, tentunya dengan memperhatikan seluruh aspek keamanan, kesehatan, dan kelancaran lalu lintas yang telah dibahas bersama," pungkas Kompol Coustantein.
*MidOn*










