Ad 728x90

Kamis, 01 Oktober 2026

‎Pdt Djefri Manitik Komitmen dan Konsistensi Jalankan Amanat Konstitusi Organisasi GPdI Gorontalo ‎

‎Pdt Djefri Manitik Komitmen dan Konsistensi Jalankan Amanat Konstitusi Organisasi GPdI Gorontalo ‎


GORONTALO, CARIKABAR. ID
– Pdt Djefri Manitik, Plt Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Provinsi Gorontalo menegaskan komitmen penuh untuk tetap konsisten menjalankan roda organisasi sesuai dengan arahan dan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GPdI.

‎
‎​Langkah ini diambil guna memastikan kepemimpinan di tingkat daerah tetap berjalan stabil, transparan, dan berlandaskan tata kelola gereja yang tertib serta akuntabel.
‎
‎​Dalam keterangannya, Plt Ketua MD GPdI Gorontalo menyampaikan bahwa kepemimpinan transisi yang diembannya fokus pada pelayanan jemaat, penguatan persekutuan antar hamba Tuhan, serta persiapan agenda-agenda strategis daerah tanpa menyimpang dari aturan konstitusi yang telah ditetapkan oleh Majelis Pusat (MP) GPdI.
‎
‎​"Amanat konstitusi adalah panduan utama kita dalam melayani dan memimpin. Konsistensi dalam mematuhi AD/ART bukan sekadar aturan formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual kita untuk menjaga keutuhan serta kemajuan GPdI di Provinsi Gorontalo," ujar Pdt Djefri Manitik.
‎
‎​Beberapa poin fokus pelaksanaan tugas kepemimpinan Plt MD GPdI Gorontalo saat ini meliputi, ​penegakan aturan organisasi untuk memastikan seluruh kebijakan daerah berpedoman teguh pada AD/ART GPdI. ​Penguatan Pelayanan dan Pembinaan dalam rangka melanjutkan program-program kerja pelayanan rohani dan pemberdayaan jemaat di seluruh wilayah Gorontalo.
‎
‎Lanju, ​Konsolidasi Internal, demi membangun komunikasi yang harmonis dan inklusif dengan seluruh Majelis Wilayah (MW) dan gembala sidang se-Provinsi Gorontalo. ​Persiapan agenda strategis yang nantinya mempersiapkan proses transisi kepemimpinan definitif secara demokratis, bermartabat, dan sesuai mekanisme organisasi.
‎
‎"Tentunya ini butuh ​dukungan dari para hamba Tuhan, pengurus wilayah, hingga jemaat diharapkan terus mengalir agar tatanan organisasi tetap solid dan berfokus pada misi penginjilan," sebut Pdt Manitik pada awak media ini, Kamis (01/10/2026).
‎
‎​MD GPdI Gorontalo mengimbau seluruh elemen jemaat dan penggembalaan untuk tetap tenang, bersatu, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah keharmonisan persekutuan.
‎
‎Kepemimpinan Pdt Djefri Manitik, memastikan akan terus mengedepankan keterbukaan dan keadilan dalam setiap pengambilan keputusan demi kemuliaan nama Tuhan.
‎
‎Diketahui, Majelis Pusat (MP) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) menetapkan Pendeta Djefry Manitik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Provinsi Gorontalo, pada Bulan Juli 2026, menggantikan Pdt Denny Tololiu, karena masa periode kepemimpinan kepengurusan Majelis Daerah (MD) GPdI Gorontalo, sudah berakhir. *Mid-On*
‎
‎

Tingkatkan Mutu Pendidikan STAK CBI Manado Gelar Rakor Dosen dan Evaluasi Akademik

Tingkatkan Mutu Pendidikan STAK CBI Manado Gelar Rakor Dosen dan Evaluasi Akademik

‎


MANADO, CARIKABAR.ID — Sekolah Tinggi Agama Kristen Cahaya Bangsa Indonesia (STAK CBI) Manado menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dosen dan Evaluasi Akademik di kampus setempat pada Kamis (01/10/2026).

‎
‎Agenda ini bertujuan untuk memperkuat mutu pembelajaran, memantapkan kinerja pengajaran, serta mengevaluasi seluruh program akademik yang berjalan.
‎
‎​Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor STAK CBI Manado, Pdt Dr Mouddy Watung, M.Th., M.Pd., didampingi oleh Ketua Yayasan CBI, Pdt Altje Tangkuman, M.Th., M.Pd.
‎
‎​Dalam pengarahannya, Rektor STAK CBI, Pdt. Dr. Mouddy Watung, M.Th., M.Pd., menekankan pentingnya komitmen serta integritas para dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
‎
‎"Evaluasi secara berkala dinilai sangat vital untuk memastikan standar mutu pendidikan yang tinggi serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan pelayanan civitas akademika saat ini," kata Dr Mouddy.
‎
‎​Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan CBI, Pdt. Altje Tangkuman, M.Th., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pengajar sekaligus menegaskan komitmen pihak yayasan dalam mendukung sarana, prasarana, dan pengembangan SDM demi kemajuan STAK CBI ke depan.
‎
‎"​Rakor dan evaluasi ini diisi dengan pembahasan capaian kinerja dosen, peninjauan proses belajar-mengajar, serta perumusan langkah strategis penyempurnaan layanan akademik untuk semester berjalan," ucap  Tangkuman.
‎
‎Rakor ini dihadiri oleh jajaran pimpinan akademik dan seluruh staf pengajar aktif di lingkungan STAK CBI, Pdt Markus Suawa, M. Th, Pdt Belky Kumendong, SH, MH, M. Th, Pdt Yusli Wuysan, M. Th, Pdt Dr Jenny Sampouw, M. Th, Pdt Jeffri Lumenta, M. Th, Pdt Midle Onibala, S. Pd, M. Th. 
‎
‎Melalui koordinasi ini, STAK CBI Manado optimis mampu terus mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap melayani masyarakat serta gereja. *Mid-On*

Rabu, 30 September 2026

Mantapkan Konsolidasi Organisasi, Plt Ketua MD GPdI Gorontalo Pdt Djefri Manitik Gelar Rapat Koordinasi Strategis

Mantapkan Konsolidasi Organisasi, Plt Ketua MD GPdI Gorontalo Pdt Djefri Manitik Gelar Rapat Koordinasi Strategis


GORONTALO, CARIKABAR. ID
- Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Majelis Daerah (MD) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Gorontalo, Pdt Djefri Manitik, terus intens tugasnya dengan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh Jajaran pengurus di lingkungan Organisasi MD GPdI Gorontalo.

‎

‎


Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua MD GPdI Gorontalo, Pdt Djefri Manitik, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) MD, Pdt Semuel Pangalo, bertempat di Kantor MD / GPdI Eklesia Kota Gorontalo pada Senin (28/9/2026).

‎

‎

‎


Dalam sambutannya, Pdt Djefri, 
menekankan bahwa ini merupakan pertemuan koordinasi strategis sejak ia ditunjuk sebagai Plt Ketua MD.

‎

‎“Rapat ini menjadi kesempatan bagi saya untuk melaksanakan tugas dan wewenang saya sebagai Plt MD GPdI Gorontalo, sebagaimana diamanatkan oleh AD/ART,” ujarnya.

‎

‎Agenda ​Rapat Pleno MD ini diselenggarakan dalam rangka membahas dan memutuskan sejumlah agenda penting demi kemajuan pelayanan serta konsolidasi organisasi GPdI di wilayah Provinsi Gorontalo.

‎

‎Dikatakan, Pdt Djefri,  agenda utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi, ​Pelaksanaan proses pemulihan bagi tiga orang gembala sebagai wujud penggembalaan, pendampingan, dan pengayoman organisasi.

‎

‎"Ada juga agenda lain, seperti ​pengesahan dua sidang (jemaat) baru beserta penetapan gembala yang akan memimpin pelayanan di wilayah tersebut dan ​penetapan dan pembagian tugas anggota MD di daerah/wilayah binaan guna memperkuat koordinasi, pengawasan, dan pembinaan jemaat secara merata. pembentukan panitia serta pembahasan awal pelaksanaan Natal Terpadu MD GPdI Gorontalo," terang Pdt Djefri.

‎

‎Hal penting juga, diingatkannya,  menuntaskan berbagai hal teknis dan administratif organisasi yang mendesak.

‎

‎"​Melalui Pleno MD ini, diharapkan seluruh jajaran pengurus dan pelayanan GPdI di Provinsi Gorontalo semakin solid, berdampak, dan terarah dalam menjalankan amanat pelayanan. ​'GPdI Gorontalo Jayalah untuk Kemuliaan Tuhan!' ucap Pdt Djefri Manitik yang juga sebagai Gembala GPdI Tiberias Manado.

‎

‎Lebih lanjut, Pdt Djefri Manitik menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas organisasi GPdI di Gorontalo selama ia menjabat sebagai Plt Ketua MD. Ia memastikan bahwa roda organisasi, pelayanan, serta kepemimpinan di daerah Gorontalo akan berjalan sebagaimana mestinya.

‎

‎"Saya ingin memastikan bahwa di tengah pelaksanaan Pilkada dan peralihan tugas ini, pemerintahan akan tetap berjalan dengan baik, pelayanan kepada Jemaat tidak boleh terganggu," tutupnya. *Mid-On*

‎

‎

‎

‎Kota Manado Kembali Gapai Prestasi Nasional, Jawara II Penghargaan Pembangunan Daerah dari BAPPENAS

‎Kota Manado Kembali Gapai Prestasi Nasional, Jawara II Penghargaan Pembangunan Daerah dari BAPPENAS


JAKARTA, CARIKABAR.ID
— Pemerintah Kota Manado kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada Rabu (30/9/2026).

‎

‎Bertempat di Ruang Djunaidi Hadisumarto, Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI, Jakarta, Wali Kota Manado Andrei Angouw secara langsung menerima Piala dan Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Terbaik II Kategori Pemerintah Kota.

‎

‎​Dalam ajang bereputasi tinggi tersebut, Kota Manado bersaing ketat hingga berhasil menempati posisi terbaik II di bawah Kota Surabaya (Terbaik I) dan memunggungi Kota Pekalongan (Terbaik III).

‎

‎Tropi dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Bappenas Prof. Rachmat Pambudi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk.

‎

‎​Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) merupakan apresiasi bergengsi level nasional yang telah diselenggarakan sejak tahun 2011.

‎

‎PPD dianugerahkan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki kualitas perencanaan pembangunan terbaik, capaian program yang terukur, serta sinergitas yang kuat dengan Program Prioritas Nasional.

‎

‎​Proses penyaringan dan penilaian ajang PPD 2026 berlangsung ketat selama kurung waktu empat bulan, terhitung sejak Mei 2026.

‎

‎Tahapan evaluasi mencakup verifikasi berkas, penilaian lapangan secara langsung, hingga sesi presentasi di hadapan Dewan Penilai yang dilakoni Wali Kota Manado pada 3 September 2026 lalu.

‎

‎​Tingginya standar penilaian PPD tak lepas dari keterlibatan para pakar dan independensi Dewan Penilai, di antaranya mantan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan serta jajaran guru besar di bidang perencanaan pembangunan dan otonomi daerah.

‎

‎​Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen Risiko Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas RI, Tri Dewi Virgiyanti, dalam laporan pelaksanaannya menyampaikan bahwa raihan PPD ini memiliki implikasi strategis bagi daerah penerima.

‎

‎Indikator PPD nantinya akan digunakan sebagai indeks pengali dalam pengalokasian Dana Insentif Daerah (DID) oleh Kementerian Dalam Negeri.

‎

‎​Dengan capaian prestasi ini, Pemkot Manado dipastikan mendapat dampak positif berupa tambahan ruang fiskal daerah.

‎

‎Penguatan anggaran tersebut akan dialokasikan kembali untuk mengakselerasi berbagai program pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Kota Manado. *Mid-On*

Rabu, 23 September 2026

‎Komitmen Manajemen Talenta ASN Pemkot Manado Raih Apresiasi Tinggi Pemerintah Pusat  ‎

‎Komitmen Manajemen Talenta ASN Pemkot Manado Raih Apresiasi Tinggi Pemerintah Pusat ‎


MANADO, CARIKABAR. ID
— Komitmen Kepala Daerah Kota Manado dalam menerapkan pemanfaatan Sistem Manajemen Talenta pada tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN) berbuah manis.

‎

‎Langkah strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari Pemerintah Pusat.

‎

‎​Apresiasi tersebut mengemuka pada kegiatan Pembinaan Manajemen Talenta bagi sejumlah Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Sulawesi Utara yang digelar di Aula Serbaguna Pemkot Manado, Kamis (24/9/2026).

‎

‎Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., dengan didampingi Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang.

‎

‎Wali Kota Andrei Angouw, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan serta arahan dari Kepala BKN RI. Kehadiran pimpinan BKN RI ini dinilai menjadi amunisi dan motivasi tambahan bagi jajaran jajaran Pemkot Manado untuk terus membenahi sistem manajemen ASN berbasis merit.

‎

‎​"Kehadiran Kepala BKN RI di Kota Manado memberikan dorongan semangat sekaligus arah yang makin jelas bagi kami dalam membangun sistem manajemen talenta. Kita ingin memastikan bahwa setiap ASN di lingkungan Pemkot Manado ditempatkan sesuai dengan kompetensi, kualifikasi, dan kinerja terbaiknya," ujar Andrei Angouw.

‎

‎Dalam pemaparannya, Kepala BKN RI menekankan pentingnya penerapkan manajemen talenta terintegrasi untuk memastikan pengisian jabatan ASN dilakukan secara objektif, transparan, dan berbasis pada kualifikasi, kompetensi, serta kinerja.

‎

‎​"Manajemen talenta bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi upaya berkelanjutan untuk mencetak pimpinan birokrasi yang adaptif, kompeten, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," tegas Prof. Zudan dalam arahannya.

‎

‎​Sistem Manajemen Talenta ASN sendiri merupakan instrumen pengelolaan karier pegawai yang terintegrasi dan berbasis sistem merit.

‎

‎Melalui pendekatan terstruktur ini, daerah dapat mengidentifikasi, mengembangkan, dan menempatkan talenta-talenta terbaik untuk mengisi posisi strategis organisasi serta mencetak calon pemimpin masa depan.

‎

‎Penerapan sistem merit menjadi inti dari kebijakan meritokrasi agar proses promosi dan mutasi pegawai berlangsung obyektif tanpa unsur subjektivitas.

‎

‎​Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Manado, Otniel Tewal, menegaskan bahwa Manado menjadi pelopor dalam pengimplementasian sistem ini di wilayah Sulawesi Utara.

‎

‎​“Sejak awal tahun 2025, penempatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Kota Manado telah sepenuhnya menggunakan Sistem Manajemen Talenta,” ujar Otniel kepada awak media.

‎

‎​Dengan penerapan sistem ini, Pemkot Manado membuktikan komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berbasis kinerja demi meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat. *Mid-On*

Senin, 21 September 2026

Pemkot Manado Gelar Sosialisasi Cegah Mafia Tanah dan Investasi, Minta Lurah Waspadai Tiga Hal Ini

Pemkot Manado Gelar Sosialisasi Cegah Mafia Tanah dan Investasi, Minta Lurah Waspadai Tiga Hal Ini


MANADO, CARI KABAR. ID 
— Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar sosialisasi pencegahan dan penindakan terhadap praktik mafia tanah dan mafia investasi di Hotel Grand Puri Manado, Selasa (22/9/2026).

​Kegiatan bertajuk “Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran Masyarakat Serta Para Pemangku Kepentingan Mengenai Pentingnya Pencegahan dan Penanganan Konflik Pertanahan” ini dibuka resmi oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw, yang diwakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota Manado, Julises Oehlers, S.H.

​Dalam sambutan yang dibacakan Julises, Wali Kota menegaskan bahwa mafia tanah merupakan ancaman serius yang merugikan rakyat maupun negara.

​“Mafia tanah menipu, memeras, dan merampas tanah sah milik rakyat, serta memicu konflik pertanahan. Bila dibiarkan, praktik ini pada gilirannya akan merugikan ekosistem investasi, merongrong ekonomi, dan menciptakan ketidakstabilan sosial,” ujar Julises membacakan arahan Wali Kota.

​Wali Kota juga menegaskan agar mafia tanah tidak diberi ruang untuk mengangkangi hukum. Sinergi antara aparat penegak hukum, instansi pertanahan, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memberantas praktik ilegal tersebut.

​Melalui Asisten I, Pemkot Manado menekankan tiga poin utama yang wajib dipahami oleh seluruh peserta, khususnya para Lurah se-Kota Manado yang hadir sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat:

  • ​Administrasi dan Legalitas Pertanahan: Memastikan setiap transaksi dan kepemilikan tanah memiliki dasar hukum yang kuat serta jelas.
  • ​Mengenal Modus Operandi: Mengenali pola kerja mafia tanah yang kerap memanfaatkan kelengahan atau ketidaktahuan pemilik lahan.
  • ​Kehati-hatian dalam Transaksi: Melakukan verifikasi mendalam sebelum melangsungkan jual beli atau penguasaan tanah.

​“Harapan kita, para peserta dapat berbagi pengetahuan ini dengan masyarakat luas agar tidak ada lagi yang menjadi korban mafia tanah,” tambah Julises.

​Kegiatan yang diawali dengan laporan tujuan acara oleh Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Kesbangpol, Harter Nelwan, S.E., M.Ec.Dev. ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi lintas sektor, antara lain:​

Arthur Piri, S.H., M.H. (Perwakilan Kejaksaan Negeri Manado, Adi Karim, S.Pd. (Kanit Harda Polresta Manado), Jumalianto A., A.Ptnh., M.M. (Kepala Kantor Pertanahan Kota Manado),  Sonny Takumansang (Kepala Badan Kesbangpol Kota Manado)

​Pemkot Manado mengapresiasi kolaborasi erat yang terjalin antar-instansi. Melalui sosialisasi ini, kesadaran dan deteksi dini terhadap potensi konflik pertanahan di tingkat kelurahan diharapkan meningkat, sehingga Kota Manado tetap aman, kondusif untuk investasi, dan sejahtera bagi warganya. *Mid-On*

Sabtu, 19 September 2026

Bertaruh Nyawa di Tengah Kemarau Panjang: Perjuangan "Om Damkar" Kota Manado

Bertaruh Nyawa di Tengah Kemarau Panjang: Perjuangan "Om Damkar" Kota Manado


MANADO, CARIKABAR.ID
– Fenomena El Nino yang turut memperpanjang musim kemarau membuat suhu udara terasa semakin panas dan kondisi lingkungan menjadi lebih rentan terhadap kebakaran. Situasi ini diperparah dengan debit air yang terus menurun. Di sisi lain laporan kebakaran di Kota Manado masih terus berdatangan hampir setiap hari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Manado, Noviyanti Mongkau, S.E., mengatakan jumlah laporan kebakaran di Kota Manado dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, Kamis (18/09/2026). 

“Laporan kebakaran yang diterima oleh Call Center 112 Manado menunjukkan peningkatan setiap bulannya mulai dari Juni hingga per hari ini, 18 September 2026, terdapat 311 laporan kebakaran,” ungkapnya. 

Angka 311 tersebut bukan sekedar deretan data, melainkan gambaran tentang ancaman yang terus berulang di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. 

Dalam situasi seperti ini, api lebih mudah menyala, cepat membesar, dan sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga serta lingkungan sekitar. Jenis kejadian yang ditangani pun beragam, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kebakaran sampah yang berpotensi meluas akibat kondisi lingkungan yang kering.

Di tengah kepulan asap, panas yang menyengat dan kobaran api yang bisa berubah arah sewaktu-waktu, seorang petugas pemadam kebakaran harus tetap bergerak. Tidak banyak waktu untuk berpikir panjang. Yang ada di kepala hanya satu: apakah masih ada orang yang terjebak dan membutuhkan pertolongan?

Begitulah cara seorang anggota Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado menjalani tugasnya. Di media sosial, ia lebih dikenal dengan sapaan sederhana: “Om Damkar.”


Sosok “Om Damkar”

Di balik nama yang kini akrab di telinga masyarakat itu, tidak ada jabatan istimewa. Ia adalah Hilario Mario Anlo, seorang staf yang mengabdikan diri untuk masyarakat Kota Manado. 

Perjalanan pengabdiannya dimulai pada Maret 2021, ketia ia bergabung sebagai tenaga honorer. Empat tahun kemudian, pada 2025, ia resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Baginya, menjadi petugas pemadam kebarakan bukan semata-mata pekerjaan, melainkan kesempatan untuk mengabdi dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

“Saya bangga menjalani pekerjaan sebagai ASN, apalagi terkait dengan menyelamatkan nyawa orang,” katanya saat diwawancarai di Pos Pemadam Kebarakan di Kecamatan Mapanget.

Nama “Om Damkar” sendiri lahir dari hal yang sederhana, yakni percakapan dengan sang istri. Sebelumnya, ia menggunakan nama pribadi “Mario Anlo” di media sosial. Namun, sang istri kerap memberikan semangat dengan kalimat, “Semangat Om Damkar.” Kalimat sederhana itu kemudian menjadi inspirasi untuk menggunakan nama “Om Damkar” di media sosial.

Sejak 2025, ia mengganti nama akun media sosialnya menjadi “Om Damkar.” Dari sana, nama tersebut semakin dikenal masyarakat dan perlahan menjadi identitas yang melekat pada dirinya sebagai petugas pemadam kebakaran. Hal itu tidak lepas dari konten yang rutin dibagikannya, berupa foto dan video aktivitas petugas pemadam kebakaran saat menangani dan memadamkan kebakaran di berbagai lokasi. 

Bagi dirinya, perubahan nama itu membawa pengalaman baru. Ia merasa lebih dekat dengan masyarakat melalui media sosial. Interaksi yang terbangun tidak hanya membuat masyarakat mengenal sosok di balik seragam pemadam kebakaran, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara petugas dan masyarakat. Namun, kedekatan tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri.


Laporan kebakaran di media sosial: saya menunggu laporan resmi 

Di era media sosial, kebakaran seringkali diketahui oleh publik sebelum petugas. Ketika sebuah video diunggah, foto beredar, warga mulai membagikan informasi. Dalam hitungan menit, sebuah kejadian bisa menjadi viral. 

Hal ini dialami juga pernah dialami olehnya. Ada sebuah kebakaran, masyarakat justru menunggah video atau foto dan menandai akun media sosial “Om Damkar” dengan harapan petugas segera datang. Padahal, informasi yang beredar di media sosial belum tentu menjadi laporan resmi yang bisa langsung ditindaklanjuti oleh anggota pemadam kebakaran. 

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak menjadikan media sosial sebagai jalur pertama ketika melihat kebakaran atau kondisi darurat. Menurut dia, langkah paling tepat adalah segera menghubungi layanan resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Manado. 

“Jangan dulu diunggah di media sosial, langsung hubungi kami di Layanan Call Center 112, bebas pulsa,” katanya. 

Ia menjelaskan masyarakat yang melaporkan kejadian akan dilayani oleh operator yang siap menerima laporan selama 24 jam. Selanjutnya, laporan yang masuk akan diteruskan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado atau perangkat daerah lainnya untuk segera ditindaklanjuti sesuai kondisi darurat yang dilaporkan. 

Sebab, bagi petugas, yang paling dibutuhkan bukan sekedar informasi yang ramai, melainkan informasi yang cepat dan tepat. Dalam situasi darurat, beberapa menit keterlambatan informasi dapat menentukan kondisi yang akan mereka hadapi Ketika tiba di lokasi. 


Yang pertama terlintas: ada yang harus diselamatkan

Ketika laporan kebakaran masuk, tidak ada banyak waktu untuk bersiap. Anggota segera mengambil perlengkapan, naik ke armada dan bergerak menuju lokasi. Titik lokasi biasanya diketahui melalui peta yang dibagikan dalam grup koordinasi WhatsApp. 

Untuk mempercepat pergerakan, sebelum laporan datang, armada telah disiapkan dengan air sehingga petugas bisa langsung bergerak ketika terjadi kebakaran. 

“Yang ada di pikiran kami, ada orang yang terjebak dan perlu diselamatkan. Kami harus cepat-cepat ke lokasi,” katanya.

Perjalanan menuju lokasi pun bukan tanpa risiko. Kemacetan menjadi salah satu hambatan yang sering dihadapi. Belum lagi akses menuju lokasi kebakaran yang terkadang sempit dan dipenuhi kabel listrik.

Bagi masyarakat, suara sirene mungkin hanya terdengar sebagai tanda bahwa petugas sedang menuju lokasi tetapi bagi para pemadam, perjalanan itu sendiri sudah menjadi bagian dari risiko pekerjaan.

“Pekerjaan kami sudah mempertaruhkan nyawa. Di perjalanan menuju lokasi kebakaran saja sudah mempertaruhkan nyawa, apalagi di lokasi,” ujarnya.

Di lokasi kebakaran, ia mengaku kondisi yang ditemui petugas kerap berbeda dengan laporan awal. Kebakaran yang semula disebut kecil dapat berubah menjadi lebih besar saat petugas tiba. Ia pernah menerima laporan kebakaran alang-alang yang masih berskala kecil. Namun, ketika petugas tiba di lokasi, api telah menjalar hingga mendekati rumah warga. Dalam situasi seperti itu, menurutnya, keberanian saja tidak cukup. Seorang petugas harus memiliki kemampuan dan kesiapan untuk menghadapi berbagai di lapangan. 

“Kami tidak jago menghadapi kebakaran, tetapi kami terlatih untuk menghadapi kebakaran,” ungkapnya.


Takut itu ada, tetapi harus dikalahkan

Masyarakat mungkin melihat petugas pemadam kebakaran sebagai sosok yang berani menerobos api. Seragam, helm, selang dan armada merah seolah menjadi simbol keberanian. Namun di balik perlengkapan itu tetap ada manusia yang bisa merasa takut. Ia mengaku rasa takut tetap ada setiap kali masuk ke situasi berbahaya. Hanya saja, ada sesuatu yang lebih besar dari rasa takut itu.

“Rasa takut saya dikalahkan oleh keinginan saya untuk menyelamatkan nyawa,” katanya.

Kalimat tersebut bukan sekadar slogan. Ia pernah berada dalam situasi yang membuat pilihan menjadi sangat sulit. Salah satu kejadian yang paling membekas adalah kebakaran di salah satu mal di Kota Manado yaitu Mega Mal. Kebakaran di Mega Mal terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 lalu yang mengakibatkan satu orang karyawan meninggal dunia. 

Dalam kebakaran di Mega Mal tersebut, Ia mengungkap bahwa saat itu, masih ada korban yang berada di dalam bangunan. Keinginan untuk masuk dan menyelamatkan pun begitu besar. Namun, akses untuk mencapai korban telah tertutup oleh kobaran api. Bagi seorang petugas yang terbiasa bergerak menuju sumber bahaya, tidak bisa masuk justru menjadi salah satu pengalaman paling berat.

Peristiwa ini menjadi kejadian yang paling ia ingat, bukan karena besarnya kobaran api semata, melainkan karena ada keinginan untuk menyelamatkan seseorang yang pada saat itu tidak dapat dilakukan.


Respon dari masyarakat

Pengalaman menangani kebakaran besar, termasuk insiden di Mega Mal yang hingga kini masih membekas baginya, menjadi bagian dari perjalanan pengabdian sebagai petugas pemadam kebakaran. Setiap api yang berhasil dipadamkan dan setiap nyawa yang berhasil diselamatkan merupakan bagian penting dari tugas pelayanan kepada masyarakat. 

Di tengah risiko dan tantangan di lapangan, apresiasi masyarakat menjadi salah satu penyemangat bagi petugas.

“Ketika ada yang berterima kasih kepada kami, kami bersyukur. Artinya, masih ada orang yang peduli dengan pemadam,” ujarnya.

Namun, tidak semua respon yang diterima berupa apresiasi. Kritik hingga cacian terkadang datang ketika penanganan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan masyarakat. Bagi petugas, hal tersebut merupakan bagian dari risiko pekerjaan. 

“Sudah biasa. Itu memang risiko pekerjaan kami,” katanya.

Meski demikian, berbagai respon tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas secara profesional. Sebab, di tengah kobaran api dan situasi darurat, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. 


Waspada dan cegah kebakaran bersama

Seiring dengan kondisi cuaca yang panas dan kering serta musim kemarau yang berkepanjangan, ia menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.

Masyarakat diharapkan tidak membakar sampah secara sembarangan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta memeriksa dan memastikan kompor maupun peralatan yang dapat memicu api telah dimatikan setelah digunakan. Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan tempat tinggal maupun di ruang publik. 

*Mid-On*